Saat Sumatera Terkepung Asap dan Warga Hanya Bisa Pasrah

Saat Sumatera Terkepung Asap dan Warga Hanya Bisa Pasrah

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Senin, 14 Sep 2015 10:22 WIB
Saat Sumatera Terkepung Asap dan Warga Hanya Bisa Pasrah
Foto: Istimewa
Pekanbaru - Inilah kebakaran hutan dan lahan terbesar dari sepanjang sejarah di Indonesia. Satu pulau Sumatera tertutup asap.

Kebakaran lahan dan hutan dimulai sejak tahun 1997 silam, di masa orde baru. Kondisinya memang parah dan nyaris tak ada lagi jarak pandang. Tahun berganti tahun, presiden pun silih berganti, kebakaran lahan tetap terjadi.

Hanya saja, bila merujuk belasan tahun silam, kebakaran terparas hanya terjadi di Riau. Walaupun asapnya tetap menyeberang ke negeri tetangga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kini, kebakaran yang terjadi tahun 2015, kondisinya kian merata. Riau tak lagi merajai pengepul asap, tapi Sumsel, Jambi, Lampung, Sumbar, Babel, ramai-ramai jadi penyumbang asap.

Maka, kini pulau Sumatera telah dikepung asap. Tak ada lagi alternatif warga untuk mengungsi. Warga Riau tak ada pilihan lagi, terkecuali pasrah dengan keadaan saat ini.

"Mau mengungsi kemana lagi, kampung halaman saya di Palembang. Tapi kota Palembang sama seremnya kayak Pekanbaru," tutur Ny Elis warga Pekanbaru kepada detikcom, Senin (14/9/2015).

Ungkapan yang sama juga disampaikan Ibu Wati (36) warga Jl Soekarno Hatta. Dia bercerita, sebelumnya saat anak sekolah libur karena asap, kedua anaknya yang masih SD dan SMP dibawa mengungsi ke kampung neneknya di Sumatera Barat.

"Sekarang mau mengungsi ke sana juga asap. Ya percuma saja," kata Ny Wati.

Sedangkan dari pantauan satelit Terra/Aqua tak terbantahkan lagi. Hanya terisisa sekitar 10 persen yang dampak asapnya minim, yaitu di sekitar Bengkulu. Namun secara keseluruhan, wilayah Sunmatera kini terkepung asap. (cha/dra)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads