"Makanya saya bilang sama wali kota selama dagangannya itu tak di atas saluran air yang buat banjir tergenang, ya sudah biarkan saja. Selama nggak buat macet biarkan saja. Toh ekonomi lagi susah, pelanggaran sudah belasan tahun, puluhan tahun," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (15/9/2015).
Ahok mengatakan hal itu saat diminta tanggapannya soal rencana demo yang akan dilakukan oleh para PKL di Karanganyar, Sawah Besar. Ia akan melihat dulu apa permasalahan yang terjadi di kawasan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tak ingin kalau ada orang usaha belasan tahun, puluhan tahun, lalu bangkrut karena dipindahkan," katanya.
"Tapi saya juga tak ingin gara-gara sekelompok orang ambil untung sebagian kecil lalu Jakarta rugi ratusan miliar atau triliun karena banjir," imbuh Ahok.
Mantan politisi Gerindra ini menegaskan, biasanya lapak PKL yang dibongkar oleh Pemprov DKI adalah yang berdiri di atas saluran air yang mampet. Biasanya, kata Ahok, mereka asal menempati lokasi tersebut tanpa izin.
"Kalau alirannya enggak bagus tergenang banjir, kamu bisa buka toko nggak? Seminggu, dua minggu ruginya berapa banyak? Bukan cuma rugi 47 pedagang. Nah itu kita minta wali kota harus bisa menilai," tutupnya. (kff/dra)










































