Asap Kian Gila, Libur Sekolah di Pekanbaru Kembali Diperpanjang

Asap Kian Gila, Libur Sekolah di Pekanbaru Kembali Diperpanjang

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Senin, 14 Sep 2015 09:54 WIB
Asap Kian Gila, Libur Sekolah di Pekanbaru Kembali Diperpanjang
Foto: Chaidir Anwar/detikcom
Jakarta - Sudah berjalan sebulan aktivitas pendidikan lumpuh di Riau. Hari ini libur sekolah diperpanjang karena kabut asap kian parah.

Kondisi asap hari ini, Senin (14/9/2015) kian parah dengan jarak pandang cuma 80 meter di Pekanbaru. Imbasnya, setelah libur tiga pekan, hari ini sekolah memperpanjang liburnya. Karena kondisi asap belum juga tampak ke arah yang lebih baik.

Anak-anak Pekanbaru, kini tak lagi ceria seperti hari biasanya. Mereka tak lagi bebas bermain walau statusnya libur panjang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Orangtua mereka mulai membatasi anak-anaknya untuk keluar rumah. Masyarakat khawatir, dampak buruk dari partikel debu kebakaran lahan.

"Memang sekolah libur, biasanya masih kita bebaskan bermain. Tapi sekarang kondisi asap makin parah. Saya melarang anak-anak bermain di luar," kata Ny Mariani (34) warga Tampan, Pekanbaru.

Lain lagi cerita Ny Susiyanti (35) yang juga warga Panam. Dua anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar, juga mendapat pengawasan ketat. Tidak lagi bisa bermain bebas di luar rumah.

"Seminggu lalu kedua anak saya demam. Sejak itu saya melarang keras bermain di luar walau sekolah libur. Kalau pun terpaksa anak-anak saya menggunakan masker," kata Ny Susi.

Sementara itu, pengamat pendidikan, Profย  Irwan Effendi mengatakan, dengan libur panjang ini, maka diharapkan masing-masing sekolah nantinya harus menambah jam pelajaran.

"Terutama bagi anak-anak kelas VI SD, kelas 3 SMP dan kelas 3 SMA. Karena mereka akan menghadapi ujian," kata Irwan mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau itu.

Menurutnya, penambahan jam belajar itu sangat penting. Apa lagi libur sekolah sudah berjalan sebulan. Mau tidak mau, ketertinggalan tersebut harus dikerjar lewat penambahan jam belajar.

"Penambahan jam belajar itu penting, agar anak-anak kita tidak tertinggal. Jadi metode penambahan jam belajar itu harus dipikirkan," kata Irwan.

(dra/dra)


Berita Terkait