"Anak saya semua baik-baik, nggak ada yang pernah ngelawan saya apalagi marah. Dia suka bercanda," ucap Zubaedah pada wartawan saat ditemui di kediamannya, Jl Kahuripan Blok E3/40 No 15, Bekasi, Minggu (13/9/2015).
Hanya sejenak ia diam. Zubaedah lalu histeris mengingat kini anak keempatnya itu telah tiada. "Ya Allah, Ferry astagfirullah," ucapnya
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia dan suami sama sekali tak mendapat firasat akan ditinggalkan Ferry untuk selamanya. Saat mengantar Ferry ke asrama haji, Ferry pun hanya meminta maaf agar dilancarkan ibadah hajinya.
Istri Ferry, Linda ingat terakhir kali menghubungi suaminya Kamis (10/9) lalu. Saat itu, ia merasa sangat merindukan Ferry. Padahal, karena Ferry bekerja di Freeport Papua, mereka harus berhubungan jarak jauh. Bertemu sebulan sekali pun disebutnya tak masalah.
"Waktu hari Kamis itu beda banget saya SMS dia bilang kangen, dia juga bilang kangen. Terus dia bilang mau itikaf tapi Magrib dan Isya ramai terus dilanjut besok Dzuhur. Saya sempat pesan juga bilang jangan dipaksa takutnya terdorong atau bagaimana," ucap Linda.
Linda kini berharap suaminya bisa mendapat terbaik di sisi Allah. "Semoga suami bisa tenang di sana bisa masuk surga dan kumpul dengan orang-orang soleh," ucapnya sambil menggendong buah hati mereka yang baru berumur 10 bulan. (mnb/mad)










































