Belajar dari Palaka Tua, Jagalah Pohon Maka Pohon Akan Menjaga Air Kita

Belajar dari Palaka Tua, Jagalah Pohon Maka Pohon Akan Menjaga Air Kita

Elza Astari Retaduari - detikNews
Minggu, 13 Sep 2015 11:43 WIB
Belajar dari Palaka Tua, Jagalah Pohon Maka Pohon Akan Menjaga Air Kita
Foto: Elza Astari/detikcom
Ambon - Pohon Palaka tua nan besar berdiri tegap di Desa Hitu, Leihitu, Ambon. Pohon yang perkirakan sudah berusia ratusan tahun ini sangat dijaga oleh masyarakat setempat.

Memiliki tinggi sekitar 50 meter, Pohon Palaka di pinggiran kota Ambon menjulang sangat tinggi. Pohon ini dianggap sebagai penjaga sumber air masyarakat.

Palaka Tua (foto: Elza)


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berjarak sekitar 20 meter di sisi kanan dan kiri pohon Palaka ini, terdapat sebuah sumber air yang dijadikan konsumsi bagi warga Desa Hitu, Leihitu, Ambon. Sumber air di sisi kiri pohon keluar dari sebuah batu besar berbentuk seperti karang. Sementara di sisi kanan, sumber air keluar dari karang yang lebih kecil.

Melalui pipa, air pun disalurkan ke rumah-rumah warga. Bahkan ada sekitar bak penampung air yang dibuat oleh warga di sekitar karang-karang tersebut.

"Pohonnya itu usia sudah ratusan tahun. Sudah ada dari dulu. Nggak pernah diganggu-ganggu warga. Pohon yang jaga sumber air kita," ungkap seorang Ketua Adat di Desa Hitu, Arifin Tomu (62) saat ditemui di lokasi pohon, Sabtu (12/9/2015).

jaringan air di dekat Palaka Tua


Warga meyakini, jika Pohon Palaka ditebang maka air pun akan berhenti mengalir. Arifin sendiri tidak mengetahui dari mana sumber air tersebut datang. Namun ia memperkirakan air mengalir dari atas gunung dan keluar hingga karang yang berada di dekat pohon.

"Sumber air keluar dari pohon batu (karang), mungkin itu dari atas (gunung). Ada di kanan kiri pohon," kata Arifin.

"Pohon tua yang jaga sumber air kami. Itu untuk semua warga negeri (desa) Hitu," sambungnya.



Berkat sumber air yang selalu mengalir itu, di saat musim kemarau sekalipun warga tak perlu khawatir akan kekeringan. Saat hujan turun, air semakin melimpah.

"Kalau hujan, air juga keluar dari (rembesan) pohon Palaka. Kalau dari Pohon Batu, air untuk dipakai sehari-hari di rumah," jelas Arifin.

Di karang tempat keluarnya air, terdapat 2 aliran seperti sungai kecil. Airnya sangat jernih dan belum tercemar. Air terasa sangat segar saat digunakan untuk membasuh muka. Pun demikian saat air diambil untuk diminum langsung dari aliran.

"Tak apa-apa. Airnya bersih, enak diminum. Rasanya segar," tutur Arifin.

Pohon ini sendiri kini juga dalam pengasawan Kodam XVI/Pattimura. Pasalnya pohon yang langka ini perlu dijaga dan dilestarikan, mengingat usianya yang sudah sangat tua namun masih tetap berdiri gagah dan bahkan mempunyai nilai guna bagi masyarakat. (elz/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads