Komite UEA dan Arab Saudi Sore Nanti Bersidang Tentukan Hari Idul Adha

Komite UEA dan Arab Saudi Sore Nanti Bersidang Tentukan Hari Idul Adha

Erwin Dariyanto - detikNews
Minggu, 13 Sep 2015 10:49 WIB
Komite UEA dan Arab Saudi Sore Nanti Bersidang Tentukan Hari Idul Adha
Ilustrasi sidang Isbat (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Jutaan umat Islam di dunia akan merayakan Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada 10 Zul Hijjah 1436 Hijriyah. Hari ini sejumlah petugas dikerahkan untuk memantau munculnya hilal di langit sebagai penentu awal bulan Zul Hijjah.
Β 
Tak hanya di Indonesia, pantauan munculnya hilal juga dilakukan oleh sejumlah umat muslim di seluruh dunia, termasuk oleh Komite Pemantau Hilal di Uni Emirat Arab dan Arab Saudi. Rencananya sore ini mereka akan bersama-sama melakukan observasi terhadap kemungkinan munculnya hilal.

Dikutip dari situs berita emirates247.com, hasil observasi itulah yang akan digunakan untuk menentukan awal bulan Zul Hijjah. Sebelumnya para astronom memprediksi bahwa bulan Zul Qaadah hanya akan berjumlah 29 hari, sehingga tanggal 1 Zul Hijjah akan jatuh pada Senin , 14 September 2015.

Hal ini berarti di Uni Emirat Arab dan Arab Saudi serta negara-negara muslim yang mengikuti kalender hijriyah Arab Saudi, hari arafah akan jatuh pada Selasa (22/9/2015). Sementara hari raya Idul Adha akan jatuh pada Rabu (23/9/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sama seperti di Indonesia, Pertemuan Komite Pemantau Hilal UEA dan Arab Saudi kemungkinan akan digelar sebelum salat Maghrib, yakni; pukul 06:00 waktu setempat atau pukul 14:00 WIB. Hasil sidang dan pantauan hilal akan diumumkan pada pukul 08:00.

Apabila hari arafah jatuh pada Selasa (22/9/2015), maka warga UEA akan memiliki lima hari libur hingga Sabtu (26/9/2015). Namun, jika bulan Zul Qaadah ditutup dengan 30 hari dan hari arafah jatuh ppada Rabu (23/9/2015), maka warga hanya akan memiliki empat hari libur.

Kementerian Agama RI juga akan menggelar sidang itsbat untuk menentukan awal bulan Zul Hijjah pada Minggu sore (13/9/2015) nanti. Sidang akan digelar di gedung Kementerian Agama, jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat diawali dengan paparan posisi hilal dan konsolidasi pemantauan hilal dari tim hisab rukyat Kemenag.

(erd/fdn)


Berita Terkait