Sharon Ancam Hentikan Proses Perdamaian Timur Tengah

Sharon Ancam Hentikan Proses Perdamaian Timur Tengah

- detikNews
Senin, 28 Feb 2005 10:31 WIB
Jakarta - Perdana Menteri (PM) Israel Ariel Sharon mengancam akan menghentikan upaya-upaya perdamaian, jika kepemimpinan Palestina tidak menumpas kelompok-kelompok militan. Ancaman ini disampaikan setelah bom bunuh diri yang terjadi di Tel Aviv pada Jumat (25/2/2005) malam lalu.Pada rapat Kabinet, pemerintah Israel memutuskan untuk menunda rencana penyerahan kendali lima kota Tepi Barat ke Palestina. Israel juga menunda rencana untuk membebaskan 400 tahanan Palestina lainnya. Demikian seperti dilansir kantor berita Associated Press (AP), Senin (28/2/2005).Padahal kedua hal itu telah disetujui dalam pertemuan puncak di Mesir pada 8 Februari lalu, dimana Sharon dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyatakan gencatan senjata.PM Sharon menuding Suriah mendalangi serangan bom bunuh diri terbaru di Tel Aviv tersebut. Empat warga Israel tewas dalam insiden itu. Ini merupakan serangan pertama sejak Abbas memimpin Palestina pada Januari lalu. Pemerintah Suriah membantah tuduhan Israel tersebut.Kelompok Jihad Islam, kemudian mengklaim bertanggung jawab atas pengeboman tersebut. Sebelumnya kelompok militan itu sempat membantah keterlibatan dalam peristiwa tersebut.Saat pembukaan rapat Kabinet, Sharon menyatakan bahwa Jihad Islam melancarkan pengeboman tersebut atas perintah dari para pemimpinnya di Suriah. "Kami tahu ini dengan pasti," ujar Sharon seraya mengimbuhkan bahwa Otoritas Palestina juga bertanggung jawab atas aksi bom itu."Tidak akan ada kemajuan secara politik, saya ulang, tak akan ada kemajuan secara politik, sampai Palestina melaksanakan kampanye gigih untuk menghancurkan kelompok-kelompok teroris dan infrastruktur mereka," tegas Sharon.Sharon bahkan mengancam bahwa jika hal itu tidak dilakukan, "Israel akan terpaksa meningkatkan aktivitas militernya yang dimaksudkan untuk melindungi warga negara Israel." (ita/)


Berita Terkait