"Saya ingin MoU dengan negara-negara luar ini bisa terus ditindaklanjuti, karena kerjasama di bidang olahraga dan pemuda saya nilai cukup penting untuk bisa mengembangkan ilmu bagi pemuda dan atlet olahraga Indonesia," kata Nahrawi dalam keterangan pers yang diterima, Minggu (13/9/2015).
Dengan ditandatanganinya MoU dengan Iran, Menpora berharap banyak hubungan Indonesia dengan Iran dalam bidang pemuda dan olahraganya ke depan bisa lebih baik lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah melakukan MoU, Nahrawi juga bersilaturahmi dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Iran dan beberapa pemuda lainnya. Dalam silaturahmi tersebut, masyarakat dan pelajar Indonesia cukup antusias dapat bertemu langsung dengan Menpora. Mereka banyak menanyakan langsung situasi terakhir persepakbolaan nasional. Menpora sendiri menjelaskan bahwa sepakbola Indonesia sedang menuju proses reformasi.
"Tata kelola sepakbola dalam aspek profesionalitas, sportivitas, dan ketaatan hukumnya sedang berjalan. Mohon doa dan dukungannya semoga sepakbola kita makin berprestasi di masa-masa mendatang," ujar Menpora di depan puluhan masyarakat Indonesia di Iran. Silaturahmi digelar Menpora untuk menjelaskan perkembangan terakhir isu-isu kepemudaan dan keolahragaan di tanah air.
Setelah ke Iran, Menpora akan melanjutkan kunjungan kerjanya ke Turkmenistan dalam rangka menghadiri pertemuan dengan Dewan Olimpiade Asia atau OCA untuk membahas persiapan Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Karena pertemuan tersebut juga bakal dihadiri anggota Komite Eksekutif FIFA, Syeikh Ahmad Al Fahad Al Sabah, Menpora juga akan memanfaatkan kesempatan itu untuk melobi FIFA terkait permasalahan sepak bola nasional sekaligus mencari solusinya.
(dhn/dhn)











































