"Perlu sosialisasi yang masif dari Kemenag RI untuk mengantisipasi cuaca ekstrem dan serangan badai yang sewaktu-waktu masih bisa terjadi," kata Djan dalam keterangan persnya.
Selain itu, Djan menambahkan bahwa PPP menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa jemaah haji dari sejumlah negara, termasuk Indonesia. "PPP mendoakan, seluruh korban yang meninggal diterima di sisi Allah SWT dan dimasukkan ke dalam surga-Nya," tutur Djan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cuaca ekstrem sudah berlangsung beberapa hari di Mekkah. Kalau Kementerian Agama (Kemenag) tanggap, mestinya ada antisipasi dini untuk menghindarkan jamaah haji Indonesia jadi korban musibah di Masjidil Haram, Jumat kemarin," kata Djan.
Djan Faridz menyebut sampai hari ini, Sabtu (12/9), jumlah jamaah calon haji Indonesia yang tiba di Makkah dan Madinah sudah mencapai 100.000 orang. Terkait itu, lanjut Djan Faridz, mumpung Presiden Joko Widodo saat ini sedang berada di Arab Saudi, PPP meminta Jokowi untuk turun tangan menginstruksikan seluruh penyelenggara haji Indonesia untuk melarang jemaah haji Indonesia keluar rumah atau pemondokan pada saat terjadi badai. (dhn/dhn)










































