"Malam Jumat, Ibu telepon minta pulsa, dan bertanya kapan saya wisuda," kata Reni di rumah duka, Jl Mangaan V Pasar 2, Lorong Pahlawan Mabar, Medan, Sabtu (12/9/2015).
Reni akan wisuda 18 September mendatang. Ia lulus dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Internasional Business Management Indonesia Medan. Momen membahagiakan itu jelas tidak akan dihadiri Saparini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara suami Saparini, Ngatirin (52) mengaku istrinya memang lebih sering berkomunikasi ke anak. Selama di Arab, hal-hal sepele seperti kabar dan kesehatan yang ia tanyakan. "Sehat-sehat kan?" kata Ngatirin menirukan ucapan istrinya.
Baca: Kesedihan Ngatirin Terima Kabar Istri Jadi Korban Crane
Tak ada anggota keluarga yang menemani Saparini berangkat haji. Ia cuma didampingi teman akrab dan tetangganya, Painam Dalio (63). Painam juga menjadi korban jatuhnya crane. (try/try)











































