Telepon Terakhir Saparini ke Keluarga, Tanya Kapan Anak Wisuda

Crane Jatuh di Masjidil Haram

Telepon Terakhir Saparini ke Keluarga, Tanya Kapan Anak Wisuda

Jefris Santama - detikNews
Sabtu, 12 Sep 2015 19:27 WIB
Telepon Terakhir Saparini ke Keluarga, Tanya Kapan Anak Wisuda
Suami Saparini, Ngatirin (Foto: Jefris Santama/detikcom)
Medan - Saparini Baharuddin Abdullah (50), korban crane jatuh di Masjidil Haram meninggal di rumah sakit. Keluarga berduka. Anak ketiga Saparini, Reni (21), mengaku selalu terngiang dengan telepon sang Ibu.

"Malam Jumat, Ibu telepon minta pulsa, dan bertanya kapan saya wisuda," kata Reni di rumah duka, Jl Mangaan V Pasar 2, Lorong Pahlawan Mabar, Medan, Sabtu (12/9/2015).

Reni akan wisuda 18 September mendatang. Ia lulus dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Internasional Business Management Indonesia Medan. Momen membahagiakan itu jelas tidak akan dihadiri Saparini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Reni mengaku mendapat kabar ibunya menjadi korban dari pembina haji di Makkah. "Bapak (penelepon) itu tanya, bener (saya) anak Saparini? Saya jawab iya. Lalu dikasih tahu Mama menjadi salah satu korban," ungkap anak ketiga dari tiga bersaudara ini.

Sementara suami Saparini, Ngatirin (52) mengaku istrinya memang lebih sering berkomunikasi ke anak. Selama di Arab, hal-hal sepele seperti kabar dan kesehatan yang ia tanyakan. "Sehat-sehat kan?" kata Ngatirin menirukan ucapan istrinya.

Baca: Kesedihan Ngatirin Terima Kabar Istri Jadi Korban Crane

Tak ada anggota keluarga yang menemani Saparini berangkat haji. Ia cuma didampingi teman akrab dan tetangganya, Painam Dalio (63). Painam juga menjadi korban jatuhnya crane. (try/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads