"Capek aku teriak-teriak nggak ada yang dengar," ujar salah satu kerabat korban Arry Sitanggang meniru omongan Riris di depan tempat kejadian perkara, Sabtu (12/9/2015).
Arry juga mengungkapkan, dirinya sedih jika mengingat keadaan Riris ketika dirinya datang. Pasalnya, Riris sudah berlumuran darah dan menangis di depan pintu rumahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di lain pihak, tetangga depan rumah korban Lusi mengaku tidak mendengar adanya teriakan. Dia terbangun hanya karena mendengar suara tembakan peringatan kepolisian.
"Kita nggak dengar teriakan minta tolong. Hanya suara tembakan kepolisian aja. Ibunya saat itu sudah menangis di depan pintu," cerita Lusi.
Lusi mengaku mendengar cerita bahwa yang membukakan pintu rumah ialah pembantu korban. "Kayaknya nggak ada indikasi masuk paksa, saya denger pembantunya yang buka mungkin dikira anaknya," tutupnya. (spt/dhn)










































