"Munas kapan saja, asal sesuai AD ART. Ya soal pesertanya, pelaksanaannya atau penyelenggaranya," ujar Nurdin Halid usai menghadiri bedah buku 'pecah belah Partai Golkar' yang dihadiri Yorrys dan banyak tokoh Golkar di Gedung Pola, Jl Proklamasi, Jakpus, Sabtu (12/9/2015).
Nurdin tak menyatakan tegas menyetujui atau tidak ide Munaslub Yorrys yang akan digelar Oktober tahun ini atau selambatnya sebelum pemungutan suara Pilkada 9 Desember, meski dalam diskusi Yorrys menyebut Nurdin sudah setuju.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tinggal teknis bagaimana, legalitasnya, pesertanya," ujar Yorrys.
Dia meyakini kompromi dalam Pilkada lantaran dimediasi Jusuf Kalla bisa menjadi lompatan awal untuk bersama-sama menggelar Munaslub, untuk melahirkan ketua umum baru bukan ARB atau Agung Laksono.
Keduanya kata Yorrys, akan ditempatkan sebagai orang terhormat mungkin satu sebagai ketua dewan pertimbangan dan satu lagi ketua dewan penasihat. Lalu bagaimana dengan proses hukum di pengadilan?
"Ya kalau mau tunggu proses hukum, nggak bisa. Kalau menunggu proses hukum masih akan timbulkan masalah karena masih menang kalah," jawab Yorrys sambil menambahkan akan dimusyawarahkan lagi Senin (14/9) besok.
(bal/tor)











































