Kesedihan Ngatirin Terima Kabar Istri Jadi Korban Crane

Crane Jatuh di Masjidil Haram

Kesedihan Ngatirin Terima Kabar Istri Jadi Korban Crane

Jefris Santama - detikNews
Sabtu, 12 Sep 2015 18:15 WIB
Kesedihan Ngatirin Terima Kabar Istri Jadi Korban Crane
Foto: Jefris Santama
Medan - Ngatirin (52) berduka. Sebelum berangkat kerja, tiba-tiba telepon datang dari Makkah. Di ujung telepon, pembina haji mengabarkan istri Ngatirin, Saparini Baharuddin Abdullah (50), meninggal di rumah sakit.

"Di sana kena reruntuhan, lalu dibawa ke rumah sakit. Abis itu, Ibu udah nggak ada," kata Ngatirin di rumahnya, Jl Mangaan V Pasar 2, Lorong Pahlawan Mabar, Medan, Sabtu (12/9/2015).

Tak sedikit pun terlintas di pikiran Ngatirin bahwa istrinya bakal jadi korban crane jatuh. Sehari-hari, istrinya sering berkomunikasi dengan 3 anaknya yang sudah dewasa. Selama haji, dia hanya tanya kabar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sehat-sehat ya di sana," kata Ngatirin menirukan ucapan istrinya.

Rumah duka keluarga Ngatirin

Ngatirin mengaku ikhlas. Istrinya akan dikebumikan di Tanah Suci. Ia dan kerabat akan menggelar doa sebagai penghormatan.

Hari ini sudah ada persiapan di rumah Ngatirin. Tenda didirikan dan kursi-kursi dipasang. Sejumlah kerabat dan tetangga berdatangan.

Saparini berangkat bersama teman akrab yang juga tetangganya, Painam Dalio (63). Painam juga jadi korban meninggal dalam insiden jatuhnya crane di Masjidil Haram. Jarak rumah kedua ibu rumah tangga ini sekitar 100 meter. (try/try)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini