"Di sana kena reruntuhan, lalu dibawa ke rumah sakit. Abis itu, Ibu udah nggak ada," kata Ngatirin di rumahnya, Jl Mangaan V Pasar 2, Lorong Pahlawan Mabar, Medan, Sabtu (12/9/2015).
Tak sedikit pun terlintas di pikiran Ngatirin bahwa istrinya bakal jadi korban crane jatuh. Sehari-hari, istrinya sering berkomunikasi dengan 3 anaknya yang sudah dewasa. Selama haji, dia hanya tanya kabar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rumah duka keluarga Ngatirin |
Ngatirin mengaku ikhlas. Istrinya akan dikebumikan di Tanah Suci. Ia dan kerabat akan menggelar doa sebagai penghormatan.
Hari ini sudah ada persiapan di rumah Ngatirin. Tenda didirikan dan kursi-kursi dipasang. Sejumlah kerabat dan tetangga berdatangan.
Saparini berangkat bersama teman akrab yang juga tetangganya, Painam Dalio (63). Painam juga jadi korban meninggal dalam insiden jatuhnya crane di Masjidil Haram. Jarak rumah kedua ibu rumah tangga ini sekitar 100 meter. (try/try)











































Rumah duka keluarga Ngatirin