"Pak JK sudah buat terobosan (memediasi Golkar untuk Pilkada), Golkar akan kembali. Kita akan melahirkan Golkar dengan Golkar baru dan ikon baru sebelum 9 Desember (Pilkada -red), kalau Golkar mau besar ke depan," ucap Yorrys dalam diskusi yang digelar di Gedung Pola Tugu Proklamasi, Jl Proklamasi, Jakpus, Sabtu (12/9/2015).
Hadir dalam diskusi itu beberapa tokoh di antaranya Fahmi Idris, Nurdin Halid, Agus Gumiwang, Fayakhun Andriadi, MS Kaban, Leo Nababan, Rambe Kamarul Zaman, dan lainnya termasuk beberapa mantan pengurus DPD I Golkar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yorrys mengatakan, tim 10 dari kedua kubu Partai Golkar yang ditugaskan menangani Pilkada menjadi contoh musyawarah bisa tercapai di tengah tajamnya konflik Golkar, bahkan kesepakatan tercapai hanya dalam 10 kali pertemuan.
"Kami tim 10, 10 hari bekerja cuma minus lebaran mampu melahirkan 238 (calon kepala daerah) yang mengikuti Pilkada. Ini karena ada kebersamaan memikirkan Golkar dan berproses ke baawah," ujar politisi asal Papua itu.
Terkait dua nama tokoh di atas, Yorrys mengatakan pihaknya sangat memberi hormat kepada keduanya, tapi kunci sukses Pemilu 2019 adalah Pilkada pada tahun 2015 ini. Bahkan, dia yakin regenerasi untuk 'Golkar Baru' itu bisa digelar Oktober 2015.
"Kita punya kader cukup banyak, Priyo, Mahyudin, Ade Komaruddin, Agus Gumiwang, Airlangga, Novanto, dan lainnya. Saya tidak," terang Yorrys.
"Saya dengan pertemuan Nurdin, kita tim penyelamat melaksanakan tugas hanya dua syaratnya seperti di Ancol, penyelenggara dia tidak boleh mencalonkan diri dan tidak boleh menjadi tim sukses sehingga independen," imbuhnya. (bal/tor)











































