"Setelah ada kejadian tersebut, saya SMS (pesan singkat) ke mamah (Iti). Saya enggak menelepon langsung karena khawatir mengganggu ibadah mamah dan papah," ucap Arbani, salah satu anak kandung pasangan suami istri tersebut, saat ditemui di rumah duka, Jalan Nyampay No.45, RT 2 RW 10, Desa Cibogo, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (12/9/2015).
Di rumah orang tuanya itu, Arbani tinggal bersama istri serta adik kandungnya, Iman Nugraha (25). Rasa waswas makin berkecamuk di benak mereka lantaran dalam berita di layar televisi dan media daring dikabarkan ada jemaah asal Indonesia yang menjadi korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka terus berdoa dan berusaha tenang sambil memantau perkembangan informasi. Sabtu pagi tadi, pukul 06.00 WIB, Arbani dikejutkan dengan kedatangan dua petugas KBIH.
"Orang KBIH itu bilang kalau mamah meninggal akibat kejadian di Masjidil Haram," kata Arbani.
Tangis pun pecah seketika. Arbani yang masih dibalut kesedihan mencoba memastikan kabar duka tersebut dengan menelepon ayahnya. "Saya telepon papah. Papah tadi mengabari, mamah sudah meninggal," ucapnya sembari meneteskan air mata.
Iti salah satu korban meninggal akibat insiden crane jatuh di Masjidil Haram, Arab Saudi. Iti dan suaminya berangkat ke tanah suci bersama Kloter 23/JKS pada akhir Agustus 2015 lalu. Untuk diketahui, Kloter 23/JKS ialah embarkasi Jakarta.
Iti meninggalkan tiga anak masing-masing Wiwi Widiani (35), Arbani Sodiq (31) dan Iman Nugraha (25). (bbn/try)











































