"Tante sini, sini. Koin tante," teriak anak-anak yang berenang tanpa busana tersebut saat detikcom berkunjung ke Pantai Tapal Kuda, Sabtu (12/9/2015).
Saat koin-koin dilempar, anak-anak ini langsung berenang berkejaran mencari hingga ke dasar. Mereka cukup hebat karena mampu berenang tanpa bantuan alat. Padahal dalamnya pantai bisa sekitar 2 meter. Air yang jernih memungkinkan wisatawan bisa melihat aksi anak-anak ini mencari koin. Mereka tampak gembira ketika banyak koin berhasil mereka dapatkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulu banyak pecahan beling, sampah, sekarang sudah bersih. Bahkan koin dilempar terlihat dari atas permukaan," kata Hasyim dalam kesempatan yang sama.
Soal keamanan, masyarakat tidak merasakan takut. Sebab pantai tersebut berada di depan kediaman Pangdam XVI/Pattimura Mayjen Doni Monardo sehingga banyak personel TNI yang berjaga. Bahkan salah satu personel ditugaskan berjaga di dermaga.
"Jelas aman karena ada yang jaga juga. Kawasan bermain ini mulai bermunculan dan makin ramai setelah pantai bersih. Karena 2 hari setelah datang, Pak Doni perintahkan untuk bersihkan. Sampai endapan-endapan di dasar," jelas Hasyim.
Untuk menjaga kebersihannya, Doni disebut Hasyim juga memerintahkan anak buahnya turun untuk berpatroli dan mengingatkan warga untuk tidak buang sampah sembarangan. Selain itu di sekitar pantai ini juga dibuat jaring-jaring apung untuk menghalau sampah.
"Untuk cegat sampah kiriman dari Pelabuhan Gudang Arang, Pasar Mardika, ada juga kiriman dari sungai. Ada petugas yang ambilin sampah dari jaring, tapi ada petugas juga yang patroli ambil sampah. Kita kerjasama dengan pemda," Hasyim menuturkan.
Bukan hanya saat weekend saja pantai Tapal Kuda ramai, hari-hari biasa pun anak-anak sepulang sekolah sering bermain-main di dermaga. Termasuk anak-anak TK. Mereka beramai-ramai akan duduk di dermaga. Beberapa ada yang bermain air. Kebanyakan memang datang serombongan dengan teman-teman dekatnya.
Seperti rombongan anak dari Negeri Bentas yang sengaja datang untuk berenang. Mereka yang hari ini sekolah libur, menghabiskan waktu dengan berenang. Beruntung ada wisatawan yang datang melempar koin kepada mereka.
"Biasanya kalau libur ke sini, bisa juga hari sekolah tapi kalau sorenya tidak ada latihan basket. Sering ketemu dengan teman dari desa lain di sini, main sama-sama," ujar Rafael (12) yang datang bersama 5 temannya dari Desa Bentas.
"Sini banyak yang datang dari desa Bentas, Kudamati, Salobar, yang dari Nusaniwei, paling jauh dari Silimau, Batu Meja. Suka main-m ain bareng ketemu di sini," sambung siswa kelas 1 SMP 4 Pangkalan Paci itu.
Teman Rafael, Tomy mengatakan datang tak hanya untuk bermain saja. Mereka juga turut membantu petugas membersihkan sampah di kawasan bermain mereka itu.
"Tadi bersih-bersih juga. Sekalian main bantu bapak-bapak tentara ambilin sampah," ucap Tomy yang datang bersama Rafael itu.
Tersedianya kawasan bermain yang nyaman dan indah ini, termasuk pasir karang putihnya, bahkan menimbulkan fenomena unik. Anak-anak dari desa-desa yang berkonflik bertemu di Pantai Tapal Kuda bahkan bermain-main bersama.
"Tempat bermain di situ kan universal, bisa siapa saja ke sana. Mau dari desa manapun boleh datang. Memang ada anak-anak dari desa-desa yang suka berkonflik tapi mereka kumpul-kumpul di sana. Nggak ada masalah, mereka sama-sama datang untuk bermain," demikian keterangan Hasyim saat dikonfirmasi.
Berada di daerah Teluk, Ambon sendiri memiliki banyak pantai yang indah. Airnya yang jernih dan biru menjadi daya tarik tersendiri. Tak sedikit pula saat ini wisatawan asing datang ke Ambon untuk bertamasya. Apalagi dengan makanan ikannya yang khas. (elz/mok)











































