Timah Panas Hentikan Pelarian Pembunuh Yoshimi Nishimura

Timah Panas Hentikan Pelarian Pembunuh Yoshimi Nishimura

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Sabtu, 12 Sep 2015 10:55 WIB
Timah Panas Hentikan Pelarian Pembunuh Yoshimi Nishimura
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Nursalim (25) berjalan terpincang-pincang setelah betis kirinya ditembak polisi. Pembunuh wanita Jepang, Yoshimi Nishimura, buka suara tentang aksi sadisnya itu. Berikut kisahnya.

Pria yang bekerja sebagai sekuriti di apartemen itu terpaksa didor anggota tim gabungan dari Unit V Subdit Resmob Polda Metro Jaya, tim Jatanras Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Selatan saat berupaya kabur dengan cara melompat dari atas bus Rajabbasa Utama di Pringsewu, Provinsi Lampung.

Ia lalu dikeler ke Jakarta. Nursalim terus menundukkan wajahnya ketika dipamerkan polisi. Ia mengaku menghabisi nyawa Yoshimi di Apartemen Casagrande, Jakarta Selatan ini karena desakan ekonomi. Nursalim lalu mengambil barang berharga milik Yoshimi seperti perhiasan, uang tunai, dan handphone.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polisi menduga Nursalim telah merencanakan pembunuhan Manager di General Affair Finance Yamaha Pulogadung, Jakarta Timur, itu. Nursalim diduga telah 3 kali merusak pintu kamar Yoshimi. Namun, Nursalim mengaku siap ditembak jika terbukti memperkosa Yoshimi. Ia meminta maaf kepada keluarga Yoshimi di Jepang.


Begini aksi pembunuh Yoshimi:

1. Refleks Mencekik

Foto: Mei Amelia/detikcom
Teriakan Yoshimi Nishimura saat dibekap membuat Nursalim (25) panik. Sekuriti Apartemen Casagrande, Jaksel - tempat tinggal Yoshimi ini- langsung mencekik wanita Jepang tersebut.

Mencekik dan membenturkan kepala korban, Yoshimi tak bernyawa 30 menit kemudian. Nursalim selanjutnya berusaha menutupi aksinya.

Dituturkan Nursalim, perlawanan yang dilakukan Yoshimi membuat Nursalim makin beringas. Dia menduduki korban yang dalam posisi tengkurap.

"Saya bekap pas dia tengkurap dia masih teriak. Saya langsung cekik dia. Korban langsung saya cekik berlangsung selama dalam proses itu 30 menit sampai tiadanya," imbuhnya.

2. Hilangkan Jejak

Foto: Rengga Sancaya
Untuk menghilangkan jejak, Nursalim membuang baju Yoshimi yang terkena darah ke tong sampah. "Pakaian, saya masukin plastik. Korban saya lap tubuh dibersihin. Saya naikin ke kasur. Saya selimutin. Dari situ saya langsung membersihkan lantai pakai baju dia. Lap semuanya," tutur Nursalim memberi pengakuan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (11/9/2015).

Nursalim mengaku tidak memperkosa korban yang memang ditemukan terbujur kaku dengan hanya mengenakan pakaian dalam dan tank top.

"Kalau terbukti ada kekerasan seksual, saya mati ditembak. Saya siap. Saya mau bekap saja, nggak tahunya beliau teriak. Otomatis saya refleks," tuturnya.

Usai beres membersihkan jejak, Nursalim langsung 'menggeledah' isi unit apartemen Yoshimi. Dia memang mengaku ingin mencuri harta korbannya demi kebutuhan anak istri di Lampung.

"Di laci saya temuin dolar dan lain-lain. Saya tukar ke rupiah. Di PGC (dolar) saya tukarkan," katanya.

3. Kabur dan Didor di Lampung

Foto: Rengga Sancaya
Nursalim (25) sempat pulang ke kosannya di Ciracas, Jakarta Timur, setelah membunuh Yoshimi Nishimura. Ia akhirnya ditangkap di Lampung.

"(Setelah membunuh) sempat pulang ke Ciracas, lalu lari ke Lampung. Di situ ditemukan ada handphone korban," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Mohammad Iqbal kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (10/9/2015).

Nursalim ditangkap di atas bus di Langkapura, Lampung, beberapa jam lalu. Saat ditangkap, Mursalim mengenakan kaus warna merah dan jaket jins.

Ia ditembak polisi saat mencoba melarikan diri.

"Pada saat dilakukan pengembangan, mungkin tersangka merasa Lampung wilayahnya dia sehingga dia berani dan mencoba melompat sehingga kita berikan tembakan tegas," ujar Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Eko Hadi Santoso kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (11/9/2015).

4. Ingin Bangun Rumah

Foto: Mei Amelia/detikcom
Nursalim (25) membunuh Yoshimi Nishimura karena alasan ekonomi. Dia butuh uang untuk membangun rumah di kampungnya dan ingin membahagiakan istri dan anaknya.

"Saya mau ambil uangnya. Saya mau nyenangin anak istri dan bangun rumah di Lampung dan bantu orang tua," ucap Nursalim di Mapolda Metro Jaya, Jumat (11/9/2015).

Menurut dia awalnya tidak ada niat membunuh. Namun begitu melihat ada kesempatan Nursalim gelap mata, dia membunuh dan merampok Yoshimi yang merupakan salah satu penghuni Apartemen Casagrande, Tebet, Jaksel.

"Niat nggak ada, tapi kesempatan. Saya pikir orang tinggal di apartemen banyak duit jadi saya mau ambil uang dia dan juga HP." katanya.

Selain membangun rumah, Nursalim juga ingin membeli kasur untuk anak istrinya. "Saya semata-mata mau menyenangkan orang tua, istri, anak bisa kebeli kasur," ucap Nursalim yang mulai berkerja sebagai sekuriti Apartemen Casagrande sejak Februari 2015 ini.

5. Ganjal Pintu Apartemen

Foto: Rengga Sancaya
Nursalim (25), diduga sudah merencanakan pembunuhan terhadap wanita Jepang Yoshimi Nishimura. Ia telah 3 kali merusak pintu kamar Yoshimi.

"Kemungkinan direncanakan, melihat beberapa kali sudah merusak pintu apartemen korban," kata Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Audie Latuheru di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (11/9/2015).

Sementara itu, Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Eko Hadi Santoso menjelaskan, sebelum korban dieksekusi, tersangka sudah 3 kali 'mengerjai' korban. "Dalam tempo waktu yang berbeda, tersangka mengganjal lubang kunci kamar apartemen korban pakai kertas. Itu sudah dilakukan selama 3 kali," ungkap Eko.

Aksi pertamanya saat itu gagal. Tersangka yang diminta membetulkan pintu kamar korban, ternyata tidak bisa membuka pintu kamar yang sudah diganjalnya dengan kertas. "Waktu itu kertasnya kegedean, kemudian yang kedua kalinya, dia kecilkan," imbuhnya. Pada akhirnya tersangka membongkar rumah kunci apartemen tersebut.

Aksinya baru terlaksana pada Jumat (4/9) malam lalu, saat korban baru pulang kerja. Saat itu, tersangka masuk ke unit apartemen korban, lalu melakukan pencurian hingga akhirnya membunuh korban karena ketahuan.

"Pada saat korban meminta dibukakan pintu kamar itu, kebetulan pas tersangka sedang piket. Korban kan biasa pulang malam setelah bekerja itu, kebetulan pas itu memang tersangka sedang piket," urainya.

Sementara itu, Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Ferdi Sambo mengatakan, tersangka memang mengincar Yoshimi sebagai korban. "Karena tersangka melihat korban ini perempuan dan tinggal sendirian di apartemen tersebut," ujar Ferdi.

6. Siap Ditembak Jika Perkosa

Foto: Rengga Sancaya
Disinggung temuan tersebut terkait kekerasan seksual yang dilakukan, Nursalim membantahnya.

"Enggak ada niat begitu. Kalau terbukti ada kekerasan seksual saya siap ditembak mati," kata Nursalim tertunduk lesu di Mapolda Metro Jaya, Jumat (11/9/2015).

Pria asal Lampung ini berkilah dia menghabisi nyawa korbannya karena panik. Korban berteriak saat tersangka membekap mulut Nursalim.

"Dia teriak, otomatis saya reflek saja," kata Nursalim.

"Kalau saya sampai begitu (kekerasan seksual), keji banget. Kalau terbukti begitu saya siap ditembak mati," imbuhnya kembali membantah.

Tersangka berhasil ditangkap tim gabungan dari Polres Jakarta Selatan dan Unit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya pimpinan AKBP Eko Hadi Santoso. Nursalim ditangkap di atas bus di Langkapura, Lampung.

Ia menyampaikan maaf kepada keluarga Yoshimi. "Buat keluarga korban di sana, di Jepang atau di sini saya mengucapkan banyak-banyak penyesalan. Minta maaf, saya khilaf," kata Nursalim diwawancarai diΒ  Mapolda Metro Jaya, Jumat (11/9/2015).


Halaman 2 dari 7
(aan/aan)


Berita Terkait