Pria yang bekerja sebagai sekuriti di apartemen itu terpaksa didor anggota tim gabungan dari Unit V Subdit Resmob Polda Metro Jaya, tim Jatanras Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Selatan saat berupaya kabur dengan cara melompat dari atas bus Rajabbasa Utama di Pringsewu, Provinsi Lampung.
Ia lalu dikeler ke Jakarta. Nursalim terus menundukkan wajahnya ketika dipamerkan polisi. Ia mengaku menghabisi nyawa Yoshimi di Apartemen Casagrande, Jakarta Selatan ini karena desakan ekonomi. Nursalim lalu mengambil barang berharga milik Yoshimi seperti perhiasan, uang tunai, dan handphone.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begini aksi pembunuh Yoshimi:
1. Refleks Mencekik
|
Foto: Mei Amelia/detikcom
|
Mencekik dan membenturkan kepala korban, Yoshimi tak bernyawa 30 menit kemudian. Nursalim selanjutnya berusaha menutupi aksinya.
Dituturkan Nursalim, perlawanan yang dilakukan Yoshimi membuat Nursalim makin beringas. Dia menduduki korban yang dalam posisi tengkurap.
"Saya bekap pas dia tengkurap dia masih teriak. Saya langsung cekik dia. Korban langsung saya cekik berlangsung selama dalam proses itu 30 menit sampai tiadanya," imbuhnya.
2. Hilangkan Jejak
|
Foto: Rengga Sancaya
|
Nursalim mengaku tidak memperkosa korban yang memang ditemukan terbujur kaku dengan hanya mengenakan pakaian dalam dan tank top.
"Kalau terbukti ada kekerasan seksual, saya mati ditembak. Saya siap. Saya mau bekap saja, nggak tahunya beliau teriak. Otomatis saya refleks," tuturnya.
Usai beres membersihkan jejak, Nursalim langsung 'menggeledah' isi unit apartemen Yoshimi. Dia memang mengaku ingin mencuri harta korbannya demi kebutuhan anak istri di Lampung.
"Di laci saya temuin dolar dan lain-lain. Saya tukar ke rupiah. Di PGC (dolar) saya tukarkan," katanya.
3. Kabur dan Didor di Lampung
|
Foto: Rengga Sancaya
|
"(Setelah membunuh) sempat pulang ke Ciracas, lalu lari ke Lampung. Di situ ditemukan ada handphone korban," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Mohammad Iqbal kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (10/9/2015).
Nursalim ditangkap di atas bus di Langkapura, Lampung, beberapa jam lalu. Saat ditangkap, Mursalim mengenakan kaus warna merah dan jaket jins.
Ia ditembak polisi saat mencoba melarikan diri.
"Pada saat dilakukan pengembangan, mungkin tersangka merasa Lampung wilayahnya dia sehingga dia berani dan mencoba melompat sehingga kita berikan tembakan tegas," ujar Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Eko Hadi Santoso kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (11/9/2015).
4. Ingin Bangun Rumah
|
Foto: Mei Amelia/detikcom
|
"Saya mau ambil uangnya. Saya mau nyenangin anak istri dan bangun rumah di Lampung dan bantu orang tua," ucap Nursalim di Mapolda Metro Jaya, Jumat (11/9/2015).
Menurut dia awalnya tidak ada niat membunuh. Namun begitu melihat ada kesempatan Nursalim gelap mata, dia membunuh dan merampok Yoshimi yang merupakan salah satu penghuni Apartemen Casagrande, Tebet, Jaksel.
"Niat nggak ada, tapi kesempatan. Saya pikir orang tinggal di apartemen banyak duit jadi saya mau ambil uang dia dan juga HP." katanya.
Selain membangun rumah, Nursalim juga ingin membeli kasur untuk anak istrinya. "Saya semata-mata mau menyenangkan orang tua, istri, anak bisa kebeli kasur," ucap Nursalim yang mulai berkerja sebagai sekuriti Apartemen Casagrande sejak Februari 2015 ini.
5. Ganjal Pintu Apartemen
|
Foto: Rengga Sancaya
|
"Kemungkinan direncanakan, melihat beberapa kali sudah merusak pintu apartemen korban," kata Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Audie Latuheru di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (11/9/2015).
Sementara itu, Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Eko Hadi Santoso menjelaskan, sebelum korban dieksekusi, tersangka sudah 3 kali 'mengerjai' korban. "Dalam tempo waktu yang berbeda, tersangka mengganjal lubang kunci kamar apartemen korban pakai kertas. Itu sudah dilakukan selama 3 kali," ungkap Eko.
Aksi pertamanya saat itu gagal. Tersangka yang diminta membetulkan pintu kamar korban, ternyata tidak bisa membuka pintu kamar yang sudah diganjalnya dengan kertas. "Waktu itu kertasnya kegedean, kemudian yang kedua kalinya, dia kecilkan," imbuhnya. Pada akhirnya tersangka membongkar rumah kunci apartemen tersebut.
Aksinya baru terlaksana pada Jumat (4/9) malam lalu, saat korban baru pulang kerja. Saat itu, tersangka masuk ke unit apartemen korban, lalu melakukan pencurian hingga akhirnya membunuh korban karena ketahuan.
"Pada saat korban meminta dibukakan pintu kamar itu, kebetulan pas tersangka sedang piket. Korban kan biasa pulang malam setelah bekerja itu, kebetulan pas itu memang tersangka sedang piket," urainya.
Sementara itu, Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Ferdi Sambo mengatakan, tersangka memang mengincar Yoshimi sebagai korban. "Karena tersangka melihat korban ini perempuan dan tinggal sendirian di apartemen tersebut," ujar Ferdi.
6. Siap Ditembak Jika Perkosa
|
Foto: Rengga Sancaya
|
"Enggak ada niat begitu. Kalau terbukti ada kekerasan seksual saya siap ditembak mati," kata Nursalim tertunduk lesu di Mapolda Metro Jaya, Jumat (11/9/2015).
Pria asal Lampung ini berkilah dia menghabisi nyawa korbannya karena panik. Korban berteriak saat tersangka membekap mulut Nursalim.
"Dia teriak, otomatis saya reflek saja," kata Nursalim.
"Kalau saya sampai begitu (kekerasan seksual), keji banget. Kalau terbukti begitu saya siap ditembak mati," imbuhnya kembali membantah.
Tersangka berhasil ditangkap tim gabungan dari Polres Jakarta Selatan dan Unit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya pimpinan AKBP Eko Hadi Santoso. Nursalim ditangkap di atas bus di Langkapura, Lampung.
Ia menyampaikan maaf kepada keluarga Yoshimi. "Buat keluarga korban di sana, di Jepang atau di sini saya mengucapkan banyak-banyak penyesalan. Minta maaf, saya khilaf," kata Nursalim diwawancarai diΒ Mapolda Metro Jaya, Jumat (11/9/2015).
Halaman 2 dari 7











































