Melihat Lebih Dekat Proyek Perluasan Masjidil Haram

Crane Jatuh di Masjidil Haram

Melihat Lebih Dekat Proyek Perluasan Masjidil Haram

Danu Damarjati - detikNews
Sabtu, 12 Sep 2015 06:55 WIB
Melihat Lebih Dekat Proyek Perluasan Masjidil Haram
Foto: Amr Dalsh/Reuters
Jakarta - Konstruksi derek (crane) di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi jatuh dan menimpa jamaah haji. Hingga saat ini tercatat lebih dari 80 orang meninggal dunia akibat peristiwa itu. Di wilayah suci itu, memang sedang berlangsung pengerjaan proyek pembangunan.

Pembangunan bertajuk "Increasing Mataf Capacity Project-Makkah" ini memang terus berjalan seiring dengan aktivitas ibadah para jamaah. Sebagaimana dilansir AFP, Sabtu (12/9/2015), megaproyek ini bertujuan memperluas area masjid hingga 400 ribu meter persegi.

Direncanakan, lokasi tawaf itu bakal bisa menampung 2,2 juta jemaah haji sekaligus. Karena proses pembangunan terus berjalan, kini banyak crane yang mengelilingi Masjidil Haram.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

The Guardian memberitakan bahwa hingga saat ini belum jelas betul siapa pemilik crane jatuh dihantam angin kencang itu. Belum jelas pula apakah crane maut itu termasuk konstruksi proyek perluasan Masjidil Haram atau proyek yang lain. Memang saat peristiwa berlangsung sekitar pukul 17.30 waktu setempat, angin kencang disertai hujan es sedang berlangsung.

Pemimpin proyek perluasan Masjidil Haram adalah Saudi Binladin Group. Keluarga Binladin memang dekat dengan keluarga Al Saud yang menguasai negeri itu. Saudi Binladin Group juga mengawasi berbagai proyek pembangunan di Kerajaan Arab Saudi.

Pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden merupakan anggota keluarga yang kaya raya, meski keluarga ini memiliki banyak sanak famili. Osama tak diakui lagi sebagai keluarga sejak medio '90-an.

Ternyata, ada pula perusahaan dari Indonesia yang ikut dalam proyek perluasan Masjidil Haram. Dalam berita tanggal 1 April 2013 di situs waskita.co.id, Perusahaan BUMN PT Waskita Karya dipercaya oleh Saudi Binladin Group untuk mengerjakan proyek perluasan Masjidil Haram itu.

Situs Arab News, pada 28 Juni 2013, menjelaskan perluasan mataf (arena mengelilingi Kakbah) akan melipatgandakan kapasitas jemaah, dari yang semula 48.000 jemaah menjadi 105.000 jemaah.

Masih menurut Arab News, keberhasilan proyek secara keseluruhan bakal meningkatkan jumlah jemaah sebesar 2,5 juta orang. Jumlah pilar di Masjidil Haram dikurangi sebesar 44 persen. Pilar di lantai dasar dan basement akan dikurangi sebesar 30 persen. Pilar di lantai satu akan dikurangi sebesar 75 persen.

Lebar atap mataf akan ditingkatkan dari 20 meter menjadi 50 meter. Ini bisa mengurangi kepadatan saat tawaf. Jembatan-jembatan juga menghubungkan berbagai tingkat lantai dan menjadi paralel dengan setiap tingkat mataf. Lantai dasar dibikin terhubung langsung dengan basement dan arena lari kecil antara bukit Safa dan Marwa.

Dengan begitu, jamaah yang termuat bisa menjadi lebih banyak. Proyek yang fase pertamanya dibuka pada November 2012 ini direncanakan selesai pada Oktober 2015.

Menurut berita AFP, memang selama kurun waktu beberapa tahun terakhir, tak ada kecelakaan besar yang terjadi di Masjidil Haram. Ini karena pemerintah Saudi telah menginvestasikan miliaran dolar untuk membangun transportasi dan infrastruktur guna memfasilitasi sirkulasi para jemaah.

Pada Jumat (11/9) waktu setempat, Saudi Press Agency (SPA) menyatakan hampir 800 ribu jemaah yang telah datang ke Saudi untuk beribadah haji. (dnu/mpr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads