Jumat (11/9/2015), papan-papan plastik berukuran sedang sudah mulai ditempeli stiker yang menunjukkan beberapa lokasi di dalam Balai Kota yang bisa dikunjungi.
Di pendopo depan kantor Ahok sudah diletakkan sebuah papan bertuliskan Pendopo Balai Kota. Dalam papan itu juga diberi penjelasan mengenai tempat/ruangan tersebut.
Di selasar samping, tampak beberapa papan bertuliskan Balairung, Ruang TPUT, Ruang Kerja Gubernur dan Balai Agung. Rencananya papan-papan itu baru akan ditata malam ini.
"Malam baru ditata," kata seorang pekerja.
Ahok menceritakan awal ia membuka Balai Kota buat warga yakni saat ia pulang malam dan melihat keindahan Monas dari kantornya. Ia membayangkan warga Jakarta pasti akan senang jika dibolehkan masuk ke Balai Kota dan memandang Monas dari jauh.
"Saya cuma membayangin waktu saya pulang malam, ih enak banget ya duduk di sini lihatin Monas gitu. Nah terus saya kepikir mungkin warga DKI juga banyak yang pikiran seperti saya," sambungnya.
Dulu, warga bisa saja merasa takut ke Balai Kota karena tak bisa sembarangan orang yang boleh masuk. Namun, suami Veronica Tan ini ingin mengubah persepsi warga Jakarta soal itu.
Meski begitu, ruang kerjanya dan Rapat TPUT hanya bisa dilihat dari jauh. Ruangan itu tidak akan dibuka karena banyaknya dokumen penting. Sekedar diketahui wisata ini tidak dipungut biaya alias gratis. (bil/ega)











































