Tuduhan itu dilontarkan anggota DPRD DKI fraksi Gerindra Syarif. Ia menilai rotasi yang dilakukan Ahok tak lebih dari kelinci percobaan mantan Bupati Belitung Timur itu. Ahok membantah itu, ia bahkan menilai pernyataan itu bisa jadi luapan kekecewaan Syarif karena ia keluar dari Gerindra.
Saya bukan ujicoba-ujicobaan. Patokan saya jelas," ucap Ahok di depan 224 pejabat eselon yang dilantiknya di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Jumat (11/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Ahok memang pernah memanggil para lurah ke Balai Kota. Niatnya, menyeleksi mereka untuk jabatan yang lebih tinggi.
Menurutnya, dengan adanya e-musrembang, e-catalogue, e-budgeting akan memudahkan eselon Pemprov DKI melaksanakan program kerja. Pasalnya, proses pengadaan tak perlu lelang yang membutuhkan waktu berbulan-bulan. Hal ini tentu berdampak pada serapan anggaran Pemprov DKI.
Ahok meminta bawahannya tak segan-segan berdiskusi atau melapor padanya jika mendapatkan kendala di lapangan atau tekanan di internal dinasnya. Pasalnya, ia lebih senang dilapori lebih dulu bawahannya daripada mendapat alasan dari mereka saat Ahok sudah mendapat temuan.
"Ada yang mengaku kalau belum bisa bergerak banyak karena takut preman. Kok bisa dia lebih takut preman daripada saya?," ucap Ahok yang membuat orang tertawa.
Perombakan yang sudah dilakukan Ahok ini disebutnya sudah berjalan baik. PNS-PNS yang memiliki potensi sudah berani menampakkan diri. Ia pun mengaku sudah mulai sulit memutasi bawahannya karena rata-rata kinerjanya sudah baik. (bil/ega)











































