Apartemen yang memiliki sekuriti dan sistem keamanan cukup baik, nyatanya sering menjadi tempat untuk melakukan tindak pidana.
Selain pembunuhan, kasus narkoba, prostitusi hingga trafficking dan orang jatuh, sering terjadi di sejumlah apartemen di Jakarta yang elit sekalipun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belajar dari kasus ini kami akan melakukan evaluasi terhadap penyedia jasa keamanan di mal, apartemen-apartemen juga," kata Irjen Tito kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (11/9/2015).
Dengan mengedepankan fungsi bina masyarakat (Binmas), Polda Metro Jaya akan melakukan koordinasi dengan peneyedia jasa keamanan. Jangan sampai, sekuriti yang justru sebagai garda terdepan dalam pengamanan melakukan tindak kriminal.
"Jangan sampai direkrut sedemikian rupa, sembarangan, sekuriti ini berada padda garis depan keamanan, tapi kemudiian melakukan kejahatan karena memiliki akses dan menguasai tempat itu," imbuhnya.
"Akan lebih bahaya kalau seandainya aparat keamanan yang melakukan (tindak pidana)," tambahnya.
Menurut mantan Kapolda Papua ini, gedung bertingkat seperti apartemen memiliki kekhasan tersendiri, termasuk implikasi keamanannya.
Untuk itu, ia mengintruksikan ke jajaran Polres untuk mengumpulkan pengelola apartemen dan penyedia jasa keamanan untuk mengantisipasi kejahatan.
"Saya akan coba berusaha melakukan diskusi dengan pengelola apartemen dalam rangka untuk meningkatkan standarisasi keamanan dan kewaspadaan apartemen, dan saya akan intruksikan ke seluruh Kapolres," terangnya.
Sementara, terkait kasus pembunuhan Yoshimi, Kapolda prihatin karena pembunuhan itu justru dilakukann oleh sekuriti Apartemen Casagrande yang justru seharusnya memberikan perlindungan terhadap para penghuninya.
"Kita cukup prihatin, karena pelakunya adalah sekuriti yang seharusnya menjadi benteng utama pengamanan," ujar Tito. (mei/fdn)










































