"Di situ ada kesempatan. Nah muncul lah kesempatan itu untuk berbuat pencurian," kata Nursalim di Mapolda Metro Jaya, Jumat (11/9/2015).
Nursalim yang gelap mata ingin mengambil harta Yoshimi demi hidup keluarganya di Lampung, awalnya hanya berniat membekap. Tapi perlawanan dari wanita Jepang korbannya membuat pemuda berusia 25 tahun itu kalap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
"Dia masih teriak. Saya langsung cekik dia. Maksud saya mau sekap beliau aja. Saya cekik berlangsung selama dalam proses itu 30 menit sampai tiadanya (tidak bernyawa)," katanya mengulangi penjelasan.
Setelah Yoshimi dipastikan tewas, Nursalim berusaha menghapus jejak pembunuhan. Dia membersihkan ceceran darah yang keluar dari mulut korban. Pakaian yang dikenakan Yoshimi juga dilepas.
"Korban saya lap tubuh dibersihn. Saya naikin ke kasur. Saya selimutin," ujarnya.
Usai membunuh, Nursalim mengambil uang, perhiasan dan barang berharga milik Yoshimi. Setelahnya dia pergi ke Lampung hingga akhirnya ditangkap tim Unit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya dengan di bawah pimpinan AKBP Eko Hadi Santoso pada Kamis (10/9).
![]() |













































