Begini Peta Dukungan Parpol Jelang Pilwalkot Surabaya

Begini Peta Dukungan Parpol Jelang Pilwalkot Surabaya

Zainal Effendi - detikNews
Jumat, 11 Sep 2015 18:14 WIB
Begini Peta Dukungan Parpol Jelang Pilwalkot Surabaya
Foto: Zainal Effendi
Jakarta - Perpanjangan pendaftaran calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya sudah ditutup pukul 16.00 WIB Kamis kemarin. Selain PDI Perjuangan yang mengusung Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana, ada satu pasangan lagi yakni Rasiyo-Lucy Kurniasari yang diusung oleh Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional.

Sebenarnya ada satu lagi pasangan yakni; Syamsul Arifin-Warsito. Mereka diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Hanura, dan Partai Golongan Karya. Namun duet ini tak bisa mencalonkan karena tak ada rekomendasi dari Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie (Ical).

Tinggal dua pasangan yang kemungkinan akan bertarung di pilwalkot Surabaya pada 9 Desember 2015 ini, yakni; Risma-Whisnu dan Rasiyo-Lucy.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu, ke mana suara Hanura, PKB,Golkarย  dan Gerindra Surabaya akan mengalir?

Partai Hanura Surabaya belum putuskan sikap ke salah satu pasangan kandidat setelah kadernya gagal mencalonkan Pilwalkot Surabaya 2015.

Bahkan Hanura masih ragu apakah Pilkada Surabaya berlangsung sesuai jadwal 9 Desember 2015. "Kami masih ragu, pilkada berjalan 2015 atau tidak," kata Sekertaris DPC Hanura Surabaya, Warsito pada detikcom, Jumat (11/9/2015).

Menurut dia partai lain di Surabaya yang tidak bisa mengajukan calon juga belum menentukan arah dukungan. Mereka akan menunggu hingga KPU Kota Surabaya menetapkan calon kontestan di pilwalkot.

"Saya kira semua partai lain yang tidak punya calon menunggu penetapan semua. Kami tidak bisa tergesa gesa, kalaupun ada yang mendukung ke salah satu calon ya silakan," kata Warsito.

Sementara partai politik yang tidak bisa mencalonkan yakni, Partai Golkar, Partai Hanura, PKB, PKS, PPP dan Partai Nasdem.

Adapun Partai Gerindra juga Surabaya masih gamang untuk menentukan arah dukungan. Ketua Partai Gerindra Surabaya, BF Sutadi, sengaja pihaknya masih belum bersikap karena meragukan secara hukum keabsahan Pilkada Surabaya yang digelar 9 Desember 2015.

"Kami belum bersikap karena Gerindra meragukan secara hukum keabsahan Pilwakot," kata dia pada detikcom, Jumat (11/9/2015).

(ze/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads