Uber Belum Peroleh Keuntungan di Indonesia

Uber Belum Peroleh Keuntungan di Indonesia

Rina Atriana - detikNews
Jumat, 11 Sep 2015 17:50 WIB
Uber Belum Peroleh Keuntungan di Indonesia
Foto: Rina Atriana
Jakarta - Ribuan orang terdaftar sebagai driver di Uber. Meski begitu, Uber mengaku seluruh penghasilan dari setiap transaksi diberikan kepada driver.

"Biasanya 80 persen untuk driver, dan 20 persen untuk Uber," kata Jubir Uber Kawasan ASEAN dan India, Karun Arya, saat ditemui detikcom di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (11/9/2015).

Karun menjadi Juru Bicara Uber untuk 8 negara di kawasan ASEAN dan India. Dari semua negara tersebut, hanya di Indonesia di mana seluruh komisi diberikan kepada pengemudi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di Indonesia, kita ingin berinvestasi di bidang ini, kita belum mendapatkan komisi. Kita memikirkan jangka panjang. Jadi 100 persen penghasilan silakan diambil pengemudi Uber. Jadi kalau kita tidak memiliki penghasilan, bagaimana bisa ditanya mengenai membayar pajak," tutur Karun.

Karun menjelaskan, Uber berniat membuka lapangan kerja seluas-luasnya di Indonesia. Di tengah situasi ekonomi yang tidak terlalu baik, Uber ingin hadir untuk bisa berkontribusi membawa perubahan ke arah lebih baik.

"Kita ingin membuka lapangan pekerjaan bagi warga Indonesia, kita ingin menciptakan transportasi yang lebih aman untuk warga Indonesia, dan kita ingin memberikan perubahan ekonomi yang signifikan di dalam pasar ini," terangnya.

Sebelumnya menurut Dishub DKI dan Kepolisian, taksi Uber dinilai melanggar Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Nomor 22 Tahun 2009, karena kendaraannya tidak sesuai peruntukan. Dalam UU tersebut, diatur angkutan penumpang harus memiliki izin dari Dishub, di antaranya harus menggunakan pelat kuning. (rna/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads