"Menurut saya semua yang relevan (telah dihubungi). Dishub, Kementerian Perhubungan, Kantor Wali Kota Bandung, Kantor Gubernur Ahok, banyak lembaga yang kita hubungi," kata Jubir Uber Kawasan ASEAN dan India, Karun Arya, saat ditemui detikcom di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (11/9/2015).
"Kita telah melayangkan permintaan (untuk berdiskusi), saya pikir banyak kesalahpahaman, tapi kita tidak pernah berhasil menggelar pertemuan itu. Kita sangat berharap pemerintah memberi kita kesempatan untuk menyampaikan apa maksud kita," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tidak akan menghentikan operasi kita. Kita ingin menciptakan tranportasi yang lebih baik bagi warga Jakarta. Kita menyampaikan kepada pemerintah kita sangat terbuka jika diberi kesempatan untuk bisa menjelaskan," tutur Karun.
"Banyak orang Indonesia mencintai Uber. Kita sangat memungkinkan untuk membawa efek ekonomi yang lebih baik, pendapatan pajak, membuat ribuan lapangan kerja, dan inovasi yang lebih cepat," lanjutnya. (rna/dra)











































