ISIS Mengancam, Pengamanan di Kedubes Jepang Masih Normal

ISIS Mengancam, Pengamanan di Kedubes Jepang Masih Normal

Ahmad Masaul Khoiri - detikNews
Jumat, 11 Sep 2015 16:52 WIB
ISIS Mengancam, Pengamanan di Kedubes Jepang Masih Normal
Foto: Ahmad Masaul/detikcom
Jakarta - ISIS mengeluarkan ancaman untuk menyerang sejumlah negera di dunia, salah satunya Indonesia. Target mereka di antaranya yaitu Kedutaan Besar Panama dan Jepang yang ada di Jakarta.

Setelah ancaman itu, kondisi kantor Kedubes Jepang di Jalan MH Thamrin, Jumat (11/9/2015) pukul 16.30 WIB masih terlihat normal. Aktivitas berjalan seperti biasa, pengamanan dan penjagaan di sana juga tetap ketat seperti hari-hari kemarin. Ada 5 satpam yang berjaga-jaga di depan pintu gerbang dan satu mobil patroli polisi. Warga juga bisa berlalu lalang berjalan kaki di pedestrian dengan depan gedung.

"Penjagaan masih seperti hari biasa," ucap seorang petugas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya diberitakan terkait ancaman ISIS tersebut, juru bicara Kedutaan Besar (Kedubes) Jepang di Jakarta, Erika Nakano mengatakan, gedung Kedubes Jepang memiliki penjagaan yang sangat ketat. Dia menolak berkomentar lebih jauh.

"Kami baik-baik saja dan kami menjalin hubungan yang baik dengan kepolisian Jakarta -- cuma itu yang bisa saya sampaikan," ujarnya kepada AFP.

Kelompok militan ISIS mengeluarkan ancaman terbarunya untuk melancarkan serangan-serangan di dunia. Ancaman itu tertulis dalam edisi terbaru majalah online Dabiq, yakni  majalah berbahasa Inggris yang menjadi sarana propaganda kelompok ISIS.

Kelompok ISIS mengeluarkan kata-kata ancaman terhadap 70 "negara pasukan salib" dan "tentara-tentara murtad".

"Apa yang, misalnya, mencegah seorang jihadis menargetkan... komunitas di Dearborn, Michigan, Los Angeles, dan New York City? Atau menargetkan misi-misi diplomatik Panama di Jakarta, Doha dan Dubai? Atau menargetkan misi-misi diplomatik Jepang di Bosnia, Malaysia dan Indonesia? Atau menargetkan para diplomat Saudi di Tirana, Albania, Sarajevo, Bosnia, dan Pristina, Kosovo?" demikian disampaikan ISIS seperti dilansir kantor berita AFP. (slm/ndr)


Berita Terkait