"Sudah tiga minggu, dan hari ini asap semakin pekat. Sesak nafas ini pak," terang Andri, Jumat (11/9/2015).
Dari berita-berita yang dia baca di Jambi, sumber asap kebanyakan dari perkebunan besar di sana. Andri menyimpan geram, mengapa para pemilik perkebunan besar itu tak menjaga lahannya untuk tak dilalap api.
![]() |
"Entah mereka sengaja atau tidak. Asap kebakaran lahan ini setiap tahun selalu ada. Tak pernah ada yang berubah, mau sampai kapan ini didiamkan?" jelas dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jahat mereka yang membakar lahan dan membuat asap," imbuh Andri.
Pria yang bekerja di instansi pemerintah ini juga menuturkan bahwa asap mengganggu jadwal penerbangan di Bandara Sultah Thaha. Beberapa pesawat tak bisa mendarat karena jarak pandang terbatas.
"Tadi Hercules mendarat di bandara. Mengangkut Marinir untuk memadamkan api di perbatasan Jambi dan Sumsel," tutup dia. (dra/dra)











































