Korban pertama kali ditemukan oleh salah satu dosen UNM, bernama Abdullah Pandang. Saksi melihat korban yang bertugas sebagai Panit Binmas Polsek Rappocini tergeletak di samping mobilnya yang mesinnya masih hidup. Melihat korban tergeletak, saksi langsung memanggil aparat keamanan.
Setelah anggota pengamanan kampus UNM memanggil polisi, mayat korban segera dibawa ke rumah sakit Bhayangkara guna divisum oleh Dokpol Polda Sulselbar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Diduga almarhum meninggal karena gagal jantung karena dari riwayat penyakit yang diderita adalah penyakit penyempitan pembuluh jantung," pungkas Husnaeni. (mna/try)










































