Diperlukan, Penanganan Tepat Virus Flu Burung Terhadap Unggas di Indonesia

Diperlukan, Penanganan Tepat Virus Flu Burung Terhadap Unggas di Indonesia

Rina Atriana - detikNews
Jumat, 11 Sep 2015 13:07 WIB
Diperlukan, Penanganan Tepat Virus Flu Burung Terhadap Unggas di Indonesia
Foto: Rina Atriana
Jakarta - Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) akan berkunjung ke beberapa lokasi peternakan unggas di Jawa Tengah 15-17 September 2015. FAO akan memberikan melakukan kunjungan lapangan terkait pencegahan dan pengendalian flu burung di daerah tersebut.

Team Leader dari FAO ECTAD James Mc Grane mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan ribuan petugas kesehatan di 31 provinsi. FAO ingin mengetahui sejauh mana proses pencegahan flu burung sudah berjalan di Indonesia.

"Strategi kita yaitu menyempurnakan monev untuk mengendalikan avian influenza dan menggunakan strategi HPAI untuk mendukung pemda untuk mengevaluasi sebaik apa usaha mereka sejauh ini," ujar Mc Grane saat menghadiri media briefing di Kementerian Pertanian, Jl Harsono RM, Jakarta Selatan, Jumat (10/9/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebanyak 2.756 petugas kesehatan hewan di seluruh Indonsia telah berhasil dilatih mengenai surveilan dan respon penyakit terkait flu burung. Program ini disebut program Pengendalian Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) di tingkat desa, industri unggas, dan di sepanjang rantai pasar unggas.

"Meski kasus manusia sudah sangat menurun, tapi virus masih mempengaruhi unggas dan menyebabkan kerugian pada sektor perunggasan," terang Mc Grey.

"Tujuan utama program ini menjaga kesehatan manusia, tidak hanya untuk ketahanan pangan dan mendukung produksi unggas," lanjutnya.

Selain peningkatan kapasitas SDM, juga diberikan pelatihan bagaimana untuk melakukan biosekuriti dan vaksinasi. Dikarenakan di Indonesia banyak sekali peternakan rakyat, maka standar bisekuriti dimodifikasi menjadi biosekuriti 3 zona.

"Biosekuriti 3 zona secara efektif memenuhi tujuan biosekuriti, yaitu mencegah kumam menginfeksi inangnya," jelas National Technical Advisor FAO Erry Setiawan. (rna/faj)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads