"Saya terus terang nggak ngerti kenapa orang persoalkan orang ketemu pengusaha, karena saya sudah katakan tidak ada orang Indonesia (anggota DPR -red), pergi ke luar negeri nggak ketemu pengusaha. Anda lihat saja Presiden hari ini terbang ke timur tengah, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dia pasti ketemu pengusaha," kata Fahri di gedung DPR, Jakarta, Jumat (10/9/2015).
"Jadi ketemu pengusaha nggak ada salahnya, dan semua anggota DPR ketemu pengusaha kalau ke luar negeri," tegas politisi PKS itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia baru keliling-keliling. Ibaratnya belum ada apa-apa lalu ketahuan masuk TV. Saya anggap itu luar biasa berefek orang jadi kenal Indonesia dan kultur egaliter Indonesia. Orang di sini kesinggung, di sana biasa saja," ucapnya.
"Jangan main kesinggung begitu, di sana biasa. Bukan berarti nggak sopan, itu kultur mereka," imbuhnya.
Fahri berharap pertemuan kedua rekannya dengan Trump itu dibaca secara positif, baik dalam hubungan Indonesia-Amerika maupun dalam konteks ekonomi maupun politik.
"Kita berkunjung (ke luar negeri) untuk satu dua acara, sisanya ya harus dipakai positif, itu ketemu pengusaha," imbuhnya. (bal/tor)










































