Membandingkan Gemuruh Terompet di Langit Jakarta dan Eropa

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jumat, 11 Sep 2015 11:34 WIB
Foto: elvan dany sutrisno
Jakarta - Gemuruh mirip suara terompet terdengar di langit Jakarta. Suara gemuruh serupa pernah terdengar di langit Kolumbia belum lama ini.

Sejumlah pembaca melaporkan dan mendengar langsung fenomena itu, suara gemuruh tersebut, yang terdengar sekitar pukul 06.00-07.00 WIB, di wilayah Condet, Jakarta Timur, Jumat (11/9/2015).

Menurut beberapa orang yang mendengar langsung suara itu, suaranya mirip suara terompet yang tengah ramai diperbincangkan, bergemuruh dan tak jelas dari mana asalnya. Suara itu terdengar seperti suara pesawat terbang hendak landing namun suaranya berbeda. Saat suara pesawat terbang lewat pun suara itu masih terdengar.

Gemuruh seperti terompet ini terdengar keras selama beberapa detik, kemudian pelan dan keras lagi selama beberapa detik dan siklusnya seperti itu selama sekitar satu jam. Suara ini tak membuat warga Jakarta heboh.

Silakan dengarkan video rekaman suara gemuruh terompet di langit Jakarta:



Suara gemuruh yang sempat jadi heboh disebut mirip sangkakala sebenarnya pernah terdengar di sejumlah negara di dunia seperti Kanada, Australia, Jerman, dan Amerika Serikat. Terakhir kali pada 25 Mei 2015 lalu suara gemuruh yang keras terdengar di langit Kolumbia.

Salah satu warga yang mendengar suara dari langit tersebut adalah Kimberly Wookey yang merekam suara misterius tersebut dan mengunggahnya ke situs jejaring sosial.

"Ini adalah kedua kalinya saya mendengar suara ini. Pertama kalinya terjadi pada 19 Juni 2013 pada pukul antara 9 sampai 9.30 pagi. Tapi tidak cukup interns," katanya di akun YouTube miliknya.

Suara gemuruh langit di Kolumbia terdengar lebih keras, sejumlah warga bahkan panik mendengar suaranya.

Silakan simak suara gemuruh terompet di Kolumbia:



Fenomena aneh yang mirip dengan hal itu nyatanya sudah pernah terjadi selama beberapa tahun belakang yaitu sejak 2008 di negara bagian California dan Texas hingga Negeri Kanguru. Situs StrangeSounds.org bahkan mengumpulkan sekitar 150 video rekaman suara aneh yang kerap terjadi tersebut.

Para ilmuwan mengatakan suara tersebut bisa berasal dari bencana alam seperti gempa bumi, gelombang air pasang, sampai ledakan gas metana. Sementara itu, peneliti dari U.S. Geological Survey, David Hill menuturkan, gempa bumi kecil di bawah permukaan Bumi bisa memancarkan suara yang berasal dari pecahan kerak Bumi, atau terpancar dari meteor.

Ada teori lain dari analisis program riset pemerintah AS High Frequency Active Auroral Research Program (HAARP) menyatakan suara itu berasal dari pengaruh dari lini daya listrik, radiasi elektromagnetik, tekanan tinggi gas, dan jalur komunikasi perangkat nirkabel.

Sementara itu Kepala LAPAN Thomas Jamaludin, suara itu muncul dari suara lokal, maksudnya suara yang timbul di daerah tertentu, bisa karena angin atau suara peralatan tertentu.

"Itu paling suara lokal kalau terdengar seperti suara terompet. Itu biasanya sumbernya dari sekitar situ yang tidak diketahui," kata Thomas saat berbincang dengan detikcom.

(van/ndr)