Sudah Tahu Rusak Didiamkan Pula

Maling di Gedung DPR (2)

Sudah Tahu Rusak Didiamkan Pula

- detikNews
Senin, 28 Feb 2005 09:08 WIB
Jakarta - Kasus raibnya hardisk dan piranti komputer lainnya milik sejumlah anggota dewan membuat Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR panen kritikan. Pihak setjen DPR dinilai meremehkan faktor keamanan.Pasca ribut-ribut hilangnya hardisk komputer ruangan kerja anggota DPR Alvin Lie, di gedung Nusantara I, masalah keamanan gedung DPR menjadi sorotan. Banyak anggota dewan menilai, masalah keamanan tempat berkantornya para wakil rakyat tersebut segera dibenahi.Terkait persoalan ini pihak yang paling disorot adalah Setjen DPR. Setjen DPR dinilai tidak bisa memberikan sistem pengamanan yang maksimal. Salah satunya membiarkan banyak peralatan pendukung keamanan, seperti kamera Closed Circuit Television (CCTV) rusak. Belum lagi banyak orang yang keluar masuk di gedung DPR.Anggota DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) Didik J Rachbini mendesak agar sistem pengamanan yang ada segera dibenahi. Jika tidak, kondisi ini akan berbahaya, khususnya bagi anggota dewan. Setjen DPR, katanya, tidak bisa berdiam diri saja menghadap situasi ini.Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR, Faisal Djamal kepada detikcom mengakui sistem keamanan di gedung DPR belum maksimal. Selain banyak kamera CCTV yang rusak, jumlah personel pengamanan dalam (pamdal) DPR juga sangat terbatas. Untuk areal seluas 40 hektar hanya dijaga oleh 152 orang pamda.Menurut Faisal, seharusnya paling tidak areal tersebut di jaga oleh 190 orang pamdal. Faisal mengaku sudah beberapa kali mengajukan penambahan jumlah pamdal, namun sampai saat ini hal tersebut belum terealisasi.Soal kamera CCTV, Faisal mengatakan, sebenarnya di setiap lantai telah terpasang. Namun, imbuhnya, kamera-kamera tersebut banyak yang rusak ketika terjadi demo massa besar-besaran di gedung DPR pada tahun 1998. Dia tidak memberikan alasan mengapa kerusakan-kerusakan itu tidak segera diperbaharui. Terlebih, gedung Nusantara I adalah gedung yang tergolong baru."Di Nusantara I memang di setiap lantai ada (CCTV) tapi masih menggunakan kamera lama. Dan kondisi dari seluruh kamera di tiap lantai hanya sekitar 50 persen yang berfungsi. Memang Nusantara I adalah gedung baru, tapi kamera yang digunakan di tiap lantai itu masih kamera-kamera lama," ujar Faisal kepada detikcom.Faisal mengungkapkan, terkait kasus hilangnya hardisk komputer di ruangan Alvin Lie, pihaknya sudah melakukan berbagai langkah. Antara lain melakukan pemeriksaan internal terhadap pegawai di lingkungan DPR yang memiliki akses ke ruangan tersebut.Faisal juga berjanji akan segera memperbaiki sistem pengamanan di gedung DPR. Langkah pertama yang bakal dilakukannya adalah memperketat pengamanan di areal yang merupakan akses ke gedung Nusantara I. Personel pamdal akan dikonsentrasikan di pintu-pintu masuk ke gedung tersebut."Tapi yang pasti usulan penambahan keamanan ini akan berdampak pada suport dari anggaran. Tapi bagaimana juga, kita sangat berkepentingan untuk menjaga inventarisasi DPR. Apakah itu barang-barang privasi anggota dewan atau milik DPR," tukas Faisal. (djo/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads