Jempol! Pangdam Pattimura Bantu Selamatkan Satwa Langka di Maluku

Jempol! Pangdam Pattimura Bantu Selamatkan Satwa Langka di Maluku

Elza Astari Retaduari - detikNews
Jumat, 11 Sep 2015 08:40 WIB
Jempol! Pangdam Pattimura Bantu Selamatkan Satwa Langka di Maluku
Foto: Elza Astari Retaduari
Ambon - Belum lama menjabat sebagai Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Doni Monardo sudah menunjukkan kepeduliannya di Maluku. Terutama dalam hal lingkungan.

Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo membantu menyelamatkan satwa langka yang selama ini dipelihara oleh masyarakat. Ada 47 burung langka yang kemudian diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku.

Seremoni penyerahan 47 ekor burung dilakukan di Lapangan Mayonif 733/Raider, Waiheru Kecamatan Baguala, Ambon, Kamis (10/9/2015). Kepala BKSDA Maluku Yunus Rumbarar pun menyambut hangat apa yang dilakukan Doni ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sambut dengan baik dan senang hati atas ketegasan beliau mengembalikan satwa liar yang dilindungi. Beliau ini baru pertama tugas di sini tapi menginisiasi ketegasan dalam upaya penyelamatan dan pelestarian satwa," ungkap Yunus di lokasi.

Adapun burung langka yang berhasil dikumpulkan Doni bersama jajarannya dari masyarakat berjumlah 47 ekor. Yakni 3 ekor Burung Kaswari, 1 ekor Burung Elang Laut, 23 Ekor Burung Kakatua termasuk Kakatua Jambul Kuning, 4 ekor Burung Nuri Kepala Hitam, 15 ekor Burung Nuri Perkicit, dan 1 ekor Burung Bayan.

"Ini hal yang baru dan pertama kali terjadi, seorang pejabat, perwira tinggi, jenderal yang punya kepedulian terhadap kelestarian satwa langka. Beliau punya komitmen terus membantu kami dalam upaya penyelamatan satwa liar," kata Yunus.

Sebelum dilepaskan ke alam bebas, 47 ekor burung ini akan terlebih dahulu dikarantina di Pusat Rehabilitasi di Sawai, Pulau Seram. Pasalnya karena sudah lama berada di tangan manusia, burung-burung ini perlu beradaptasi dengan alam bebas.

"Lalu dibiarkan kembali, kita lepaskan ke habitatnya masing-masing. Nanti pilih sesuai endemiknya di Maluku, Seram, Maluku Tenggara," jelas Yunus.

Atas kepeduliannya, BKSDA Maluku pun memberikan piagam penghargaan untuk Doni. "Piagam itu ucapan terima kasih dan penghargaan kami untuk beliau atas inisiasi beliau dalam upaya konservasi," ucap Yunus.



Upaya yang dilakukan Doni dalam waktu singkat ini tidak dapat dipandang sebelah mata. Apalagi pengumpulan hewan satwa langka ini dilakukan dengan upaya persuasi dan tanpa ada paksaan terhadap pemiliknya.

"Ini kami mengimbau melalui sejumlah raja (kepala desa) untuk mereka yang memelihara satwa langka menyerahkannya. Dan juga sejumlah prajurit yang bertugas di beberapa tempat, yang senang memelihara satwa langka juga kita imbau. Jadi tidak ada proses pemaksaan dan semua ini diserahkan secara sukarela," Doni menerangkan pada kesempatan yang sama kepada wartawan.

Doni pun terus mengimbau kepada masyarakat Maluku yang memelihara satwa langka untuk mau menyerahkannya melalui Kodam Pattimura atau BKSDA. Hewan-hewan tersebut akan dikembalikan ke alam dalam upaya pelestarian atau konservasi.

"Insya Allah tetap kita upayakan, dan kami akan berkampanye ke seluruh daerah. Kami mengajak segenap masyarakat yang masih memelihara satwa-satwa yang dilindungi untuk menyerahkan kepada BKSDA supaya mereka yang senang binatang satwa langka ini rela untuk mengembalikannya ke alam," ujar mantan Danjen Kopassus ini.

"Karena ini juga merupakan program dari Kemenhut dan Lingkungan Hidup untuk mengajak masyarakat agar mengembalikan satwa langka khususnya Kakaktua Jambul Kuning yang dinyatakan sudah sangat langka dan nyaris punah," sambung Doni.

Perhatian Doni tidak hanya berhenti pada hewan langka semata. Ia beserta jajaran Kodam Pattimura bekerjasama dengan PT BRI juga membuat program pelatihan untuk warga Maluku tentang budidaya ikan atau hasil laut.

Melihat potensi sumber daya alam laut yang melimpah di Maluku dan memiliki nilai ekonomis tinggi, Doni tergerak untuk membantu masyarakat memanfaatkannya dengan benar. Pembukaan pelatihan tersebut dilakukan dalam acara yang sama.

(ear/imk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads