Pantauan detikcom di Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2015) pukul 18.10 WIB, para mahasiswa masih bertahan dengan memakai jas almamater masing-masing kampus. Mereka sudah tidak mengibarkan bendera BEM seperti tadi sore.
Spanduk berisi tuntutan-tuntutan mereka dengan tulisan 'Ekonomi Lemah Siapa yang Kuat' juga sudah digulung. Para mahasiswa itu lalu duduk-duduk dan bersiap menggelar koran untuk salat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ratusan mahasiswa sebelumnya sempat melakukan aksi teatrikal untuk menggambarkan 3 tuntutan mereka yaitu kendalikan harga pangan, berantas mafia pangan dan lindungi pekerja lokal dari ancaman PHK. Pembacaan puisi dan orasi bergantian dilakukan dari atas pikap.
Latar belakang aksi ini yakni semakin menguatnya dolar yang membuat rupiah terpuruk sehingga berdampak pada bahan pangan yang bergantung pada impor. Ini membuat harga bahan pangan tersebut naik. Akibatnya perusahaan tersebut harus mengurangi biaya produksi dengan melakukan PHK besar-besaran.
Selain itu pertumbuhan ekonomi Indonesia kian melambat. Berdasarkan laporan BPS pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal 2 2015 yakni di angka 4,67 persen atau melambat dari realisi kuartal sebelumnya yang tumbuh 4,72 persen.
Para mahasiswa masih belum menentukan hingga pukul berapa mereka akan bertahan di depan istana. Polisi juga masih berjaga di lokasi dan suasana kondusif. (imk/imk)











































