Yona, Sosok Manis di Balik Akun 'Mending Jualan Dibanding Ngemis'

Yona, Sosok Manis di Balik Akun 'Mending Jualan Dibanding Ngemis'

Moksa Hutasoit - detikNews
Kamis, 10 Sep 2015 17:03 WIB
Yona, Sosok Manis di Balik Akun Mending Jualan Dibanding Ngemis
Foto: dok pribadi (Yona memakai hijab biru saat memberikan donasi)
Jakarta - Umurnya masih sangat muda, 19 tahun. Namun sepak terjangnya dalam mengkampanyekan gerakan sosial 'lebih baik jualan ketimbang ngemis' layak diacungi jempol.

Dia adalah Yona Luverina, mahasiswi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jakarta II. Dia terpilih sebagai admin sekaligus Ketua Umum akun instagram ketimbang.ngemis.Jakarta.

Akun ini adalah pengembangan dari ketimbang.ngemis yang sudah lebih dulu lahir di Yogyakarta. Akun itu rutin mem-posting orang-orang yang memilih tetap bekerja meski terganjal keterbatasan, dibanding mengemis. Sepak terjang akun itu banyak mendapat dukungan dari followernya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banyaknya apresiasi membuat akun ini berniat membuat akun-akun serupa yang khusus menggarap satu wilayah saja. Total kini sudah ada 44 akun serupa dari seluruh Indonesia.

"Di situ baru beberapa daerah, saya salah satu yang dari Jakarta. Saya yang menjadi admin dari awal," kata Yona saat berbincang dengan detikcom, Kamis (10/9/2015).

Sekadar informasi, akun ini fokus untuk mengkampanyekan gerakan menolak mengemis dan memilih berjualan. Mereka juga aktif menularkan semangat membeli barang dagangan meski kita tidak membutuhkan.

Untuk memperkuat tim di Jakarta, Yona pun mengadakan pertemuan. Dibahas mulai dari kegiatan donasi serta siapa sosok yang bakal diberikan.

"Akhirnya sedikit-sedikit ada yang mempromosikan akun IG kita di tempat kerjanya dan akhirnya ada yang mendonasikan uang dan baju bekas. Setelah itu donasi pertama dilakukan saat bulan ramadan, dengan program kerja muliakan ramadan," tutur Yona.

Yona juga membuat sejumlah divisi untuk memudahkan tanggung jawab. Dia bertanggung jawab sebagai koordinator Public Relation. Ada juga yang bertugas untuk fund rising, internal tim development, field executor dan documentation.

"Di situ saya menjadi koordinator PR dan karena saya yang langsung terhubung dengan akun pusat dan yang dari awal mendirikan regional ini," tandasnya. (mok/mad)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini