Lama Idamkan Anak, Pasutri ini Beri Nama Putra Sulungnya 'Diraih Sakniki'

Lama Idamkan Anak, Pasutri ini Beri Nama Putra Sulungnya 'Diraih Sakniki'

Ghazali Dasuqi - detikNews
Kamis, 10 Sep 2015 14:59 WIB
Lama Idamkan Anak, Pasutri ini Beri Nama Putra Sulungnya Diraih Sakniki
Foto: Ghazali Dasuqi
Situbondo - Bisa dibayangkan, betapa bahagianya jika yang telah lama diidam-idamkan akhirnya terkabul. Kebahagiaan itu sungguh dirasakan pasangan suami istri (pasutri) Rokso (56) dan Nurhayati (49), pada tahun 1995 silam. Pasutri asal Desa Semiring Kecamatan Mangaran ini baru dikaruniai seorang anak, setelah 10 tahun menikah. Saking bahagianya, pasutri ini memberi anak pertamanya dengan nama Diraih Sakniki. Dalam bahasa Jawa, Diraih Sakniki memiliki arti 'diperoleh sekarang'.

"Saya spontan memberikan nama itu, karena saat itu saya benar-benar bahagia mendapatkan apa yang saya idamkan. Nama itu memang saya ambilkan dari bahasa Jawa, meskipun saya orang Situbondo asli yang sehari-harinya berbahasa Madura," kata Rokso kepada detikcom di rumahnya, Kamis (10/9/2015).

Rokso dan Nurhayati lantas mengisahkan, sejak menikah dirinya memang sangat mengidamkan dikaruniai seorang anak. Namun keinginan itu baru terkabul setelah pernikahan keduanya berlangsung selama sekitar 10 tahun. Menurut Rokso, berbagai upaya dilakukan agar istrinya bisa segera hamil. Mulai dari periksa secara medis, hingga merawat rahim istrinya melalui jasa tukang pijat. Namun, keinginan itu tidak kunjung terkabul.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sampai saya punya niat, kalau nanti dikaruniai anak mau saya bawa ke Ponpes Genggong di Probolinggo. Saya sering menangis dan berdoa agar saya segera diberi keturunan. Saat itu saya yakin istri saya tidak mandul," papar pria berprofesi buruh tani itu.

Usaha dan doa pasutri ini akhirnya terkabul. Di penghujung tahun 1994 silam, Nuryahati dinyatakan hamil. Saking senangnya, Rokso pun rela untuk lebih berhati-hati menggauli istrinya saat sedang hamil muda, agar tidak berpengaruh pada kehamilan istrinya.

"Dan alhamdulillah, akhirnya doa kami terkabul. Tepat hari Selasa tanggal 13 Juni 1995, anak pertama kami akhirnya lahir dengan selamat. Apa yang kami idam-idamkan tercapai, makanya kami beri nama Diraih Sakniki. Berarti sekarang usianya sudah 20 tahun tapi belum menikah," tuturnya.

Menurut Rokso, nama sang anak Diraih Sakniki dianggap tidak ada yang aneh oleh para tetangganya. Sebab, saat itu kebanyakan warga sekitar tidak paham dengan istilah Jawa. Rokso sendiri mengerti dengan arti dari nama anaknya tersebut, karena sering bergaul dengan orang yang berbahasa Jawa.

"Orang sini memanggil Diraih Sakniki dengan panggilan Dirai. Dia sulung dari dua bersaudara. Anak kedua saya perempuan, namanya Inayatul Ula. Tapi Diraih sendiri sekarang sedang tidak di rumah, dia sedang bekerja," timpal Nurhayati.

Saat dihubungi melalui ponselnya, Diraih Sakniki merasa tidak ada yang aneh dengan namanya. Dia menerima nama itu sebagai pemberian terbaik dari orang tuanya. Diraih sendiri mengaku sudah mengetahui sejarah orang tuanya hingga memberikan nama tersebut.

"Ada sih beberapa teman yang menegur saya terkait nama. Rata-rata mereka bilang nama saya bagus," tutur Diraih.

Diraih mengisahkan, pernah pada saat dilakukan operasi lalu lintas di jalan raya, SIM C miliknya 'diamankan' polisi. Bukannya untuk dikenai sanksi tilang karena melanggar, melainkan karena si polisi kepincut dengan nama Diraih Sakniki yang ada dalam SIM miliknya tersebut. Sampai-sampai, si polisi tadi mengabadikan SIM C milik Diraih dengan kamera ponsel miliknya.

"SIM saya difoto, karena katanya nama saya bagus," pungkas Diraih. (fat/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads