Thawaf dengan Segway, Profesor UIN Sunan Ampel: Orang Sehat Harus Jalan Kaki

Haji 2015

Thawaf dengan Segway, Profesor UIN Sunan Ampel: Orang Sehat Harus Jalan Kaki

Gagah Wijoseno - detikNews
Kamis, 10 Sep 2015 04:10 WIB
Thawaf dengan Segway, Profesor UIN Sunan Ampel: Orang Sehat Harus Jalan Kaki
Foto: istimewa
Makkah - Sebuah video yang berisi seseorang berpakaian ihram yang kelihatannya sedang berthawaf di Masjidil Haram menarik perhatian banyak orang. Sebab orang itu menggunakan segway untuk berthawaf, berhenti sebentar di sejajar Hajar Aswad untuk melambai dan mengecup dari jauh batu itu.

"Itu kayaknya orang sehat. Orang sehat melakukan (thawaf-red) layaknya jalan kaki. Tidak boleh pakai alat," tutur  Guru Besar Ilmu Quran dan Tafsir UIN Sunan Ampel, Surabaya, Profesor Aswadi, kepada detikcom, Rabu (9/9/2015).

Aswadi mengatakan substansi ibadah thawaf ada 3. Pertama bagi yang sehat melakukan dengan kaki. Kedua kalau tidak bisa jalan maka menggunakan alat tapi melakukannya sendiri, mungkin bisa tongkat atau kursi roda elektrik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau tidak bisa dilakukan sendiri, maka dilakukan orang lain. Kursi roda didorong dilakukan orang lain," katanya.

Jika memang masih mampu berjalan, Aswadi mengatakan, jemaah tidak boleh menggunakan bantuan alat. Berjalan berputar mengelilingi Baitullah punya maksud dan tujuan tersendiri.

"Kalau pakai alat napak tilas tidak mengena. Jalan sambil berzikir akan menemukan titik sentral dalam iradah dan takdir Tuhan," papar pria yang juga menjadi petugas haji 2015 itu.

Saat disinggung soal keabsahan thawaf orang sehat yang menggunakan segway, Aswadi mengatakan itu merupakan area fikih. Secara fikih, menurut Aswadi, thawaf adalah mengelilingi kabah tanpa disebutkan caranya.

Informasi seputar video itu sangatlah minim. Termasuk maksud dan tujuan orang yang melakukan thawaf dengan segway itu. Tidak ada informasi apakah orang itu benar-benar serius atau ada kepentingan lainnya. (gah/fdn)


Berita Terkait