Cerita Rizal Korban Kapal Tenggelam di Malaysia yang Takut Naik Pesawat

Cerita Rizal Korban Kapal Tenggelam di Malaysia yang Takut Naik Pesawat

Agus Setyadi - detikNews
Rabu, 09 Sep 2015 20:38 WIB
Cerita Rizal Korban Kapal Tenggelam di Malaysia yang Takut Naik Pesawat
Foto: google maps
Banda Aceh - Satu lagi warga Aceh korban kapal tenggelam di Sabak Bernam, Selangor, Malaysia dibawa pulang. Korban rencananya akan dimakamkan malam ini di kampung halamannya di Kabupaten Bireuen.

Jenazah Muhammad Rizal, asal Bireuen, tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, sekitar pukul 15.00 WIB. Jenazah kemudian dimasukkan ke dalam ambulans untuk dibawa pulang ke rumah duka. Jasad Rizal diterima oleh ayah mertuanya, Zulkarnain (60).

"Rencana nanti malam kami makamkan langsung. Di sana (kampung) lagi siap-siap," kata Zulkarnain kepada wartawan di bandara, Rabu (9/9/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rizal sudah merantau ke Malaysia sejak empat tahun silam. Saat itu, anak laki-laki pertamanya masih berusia delapan bulan. Ia meninggalkan anak istri untuk mencari kerja yang layak. Di negeri jiran, Rizal bekerja disebuah restoran.

Beberapa hari sebelum kejadian, ia sempat menghubungi keluarga mengabari dirinya akan segera pulang. Ia pulang karena kangen sama buah hatinya dan ingin merayakan lebaran di kampung halaman bersama keluarga.

Kala itu, Rizal mengabari akan pulang lewat belakang. Lewat belakang merupakan istilah yang biasa digunakan para TKI ilegal untuk pulang menggunakan kapal kayu. Hal itu dipilihnya karena ia tidak berani naik pesawat.

"Sudah saya larang agar tidak pulang lewat belakang. Dia bilang tidak berani naik pesawat, saya suruh naik feri. Tapi dia milih ikut temannya yang juga pulang lewat belakang," jelas Zulkarnain.

Alasan lain ia pilih lewat belakang, karena ongkosnya lebih murah. Saat hendak pulang, ia tidak mengabari lagi pihak keluarga. Hal itu dilakukannya agar pihak keluarga tidak mengetahui jenis transportasi yang digunakannya.

"Dia takut kami marah kalau tahu dia pulang lewat belakang," ungkapnya.

Rizal pulang bersama istrinya, Erni Juwita yang sudah berada di Malaysia setahun silam. Kala kapal naas itu tenggelam, keduanya berusaha menyelamatkan diri. Rizal meninggal karena tidak sanggup berenang.

"Sedangkan istrinya berhasil diselamatkan. Sekarang istrinya sudah dirawat di rumah sakit karena diparu-parunya banyak air," kata Zulkarnain.

Selama keduanya merantau, anak semata wayang mereka dirawat oleh orangtua Erni di Bireuen. Kini, pihak keluarga berharap agar Erni segera dipulangkan.

Rizal dimata keluarga dikenal sebagai sosok pendiam. "Dia tidak banyak ngomong orangnya," kenang ayah mertuanya.

Hingga kini, sudah enam korban meninggal asal Aceh dibawa pulang ke rumah duka. Total jenazah asal tanah Rencong yang sudah teridentifikasi berjumlah 20 orang. Rencananya, satu jenazah lagi akan dipulangkan malam ini melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang Aceh Besar.Β Β Β  (fdn/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads