Begini Cara BNP2TKI Atur Duit TKI Agar Tak Habis Sia-sia

Begini Cara BNP2TKI Atur Duit TKI Agar Tak Habis Sia-sia

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Rabu, 09 Sep 2015 16:30 WIB
Begini Cara BNP2TKI Atur Duit TKI Agar Tak Habis Sia-sia
Foto: Safir Makki
Jakarta - Remitansi atau pengiriman uang dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke penerima dalam negeri jumlahnya makin besar. BNP2TKI menyiapkan sejumlah program untuk mewujudkan remitansi berkualitas. Maksudnya?

Pengertian remitansi berkualitas, kata Kepala BNP2TKI Nusron Wahid, bermakna kiriman uang tidak digunakan untuk hal-hal yang konsumtif, melainkan bagi kegiatan yang produktif seperti investasi pada sektor riil di daerah asal.

Berdasarkan laporan Bank Indonesia, jumlah remitansi pada semester I tahun 2015 naik 15% dibandingkan semester yang sama tahun lalu, jumlahnya triliunan rupiah. Nah, agar dana sebesar itu tak sia-sia, BNP2TKI memiliki program untuk mewujudkan remitansi berkualitas, antara lain dengan mengampanyekan pengiriman uang ke daerah asal melalui perbankan (e-banking), serta program pendampingan bagi para TKI yang ingin menggunakan dananya untuk sektor-sektor yang produktif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Investasi TKI di sektor produktif niscaya menimbulkan efek berganda yang bermanfaat bagi perekonomian. Meningkatkan supply side, ketimbang demand side," ujar Nusron Wahid dalam siaran pers yang diterima, Rabu (9/9/2015).

Nusron mengatakan BNP2TKI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong lembaga keuangan formal untuk dapat bersama-sama menyediakan akses bagi TKI dan keluarganya hingga tercipta remitansi yang berkualitas.

Berdasarkan data Organisasi Buruh Internasional (ILO), dari 100% dana yang dikirim ke keluarga oleh TKI, sejumlah 38% dipakai membayar utang, 22% untuk pendidikan, 26% buat kebutuhan sehari-hari, 2,8% untuk rumah dan 4% dialokasikan kepada investasi produktif. Berdasarkan data itu, terlihat TKI masih terjerat utang tinggi karena sedikitnya lembaga keuangan formal yang bisa memberikan pinjaman.

Sejak awal tahun ini, BNP2TKI telah melaksanakan pemberdayaan di lebih dari 300 titik lokasi untuk kurang lebih 10 ribu TKI Purna dan keluarganya. Pemberdayaan ini melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait, baik NGO/LSM, industri, akademisi dan kementerian/lembaga lainnya.

Dalam program ini, BNP2TKI berharap wilayah tempat tinggal TKI menjadi sentra produksi dan plasma bagi industri kelas menengah-besar hingga dapat menjadi tujuan investasi bagi TKI. (van/tor)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini