Jangan Sembarang Pacaran dengan WN Asing, Bisa Jadi Modus Selundupkan Narkoba

Jangan Sembarang Pacaran dengan WN Asing, Bisa Jadi Modus Selundupkan Narkoba

Mei Amelia R - detikNews
Rabu, 09 Sep 2015 15:59 WIB
Jangan Sembarang Pacaran dengan WN Asing, Bisa Jadi Modus Selundupkan Narkoba
Foto: Lamhot Aritonang (Foto ilustrasi pengedar narkoba)
Jakarta - Banyak modus operandi yang dilakukan sindikat narkotik internasional untuk bisa menyelundupkan barang haram ke Indonesia. Salah satunya dengan memacari perempuan Indonesia. Para wanita, berhati-hatilah!

Seperti dalam kasus narkotika yang diungkap jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya di bawah pimpinan Kombes Eko Daniyanto. Ada 16 perempuan Indonesia yang ditangkap dalam Operasi Nila Jaya selama 2 pekan.

"Operasi ini digelar dari Agustus-September, kurang dari 1 bulan, ini telah diungkap 23 orang tersangka. Ada 3 WN Nigeria, WN China/Hong Kong 3 orang dan WNI 17 orang (1 laki-laki dan 16 perempuan)," jelas Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian kepada wartawan di Jakarta, Rabu (9/9/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tito menambahkan, para wanita Indonesia ini dimanfaatkan oleh pengedar narkotika jaringan internasional, untuk dijadikan kurir narkoba.

Dari total 23 tersangka ini, Polda Metro Jaya berhasil menyita sabu seberat 115 Kg dan 5.450 butir ekstasi senilai Rp 174 miliar. Dengan terungkapnya kasus ini, polisi menyelamatkan 575.450 jiwa anak bangsa dari bahaya narkotika.

Jaringan Guang Zhou ini menggunakan berbagai macam modus operandi untuk menyelundupkan barang haram tersebut. Seperti dengan memasukkan ke dalam tas wanita, sepatu wanita, piston, tabung termos dan lain-lain.

Dalam press rilis kali ini ada yang berbeda. Kepala BNN Komjen Budi Waseso, turut hadir mendampingi Irjen Tito dalam jumpa pers tersebut.

Mantan Kapolda Papua ini mengatakan, Operasi Nila ini merupakan operasi terpusat dari Mabes Polri yang dipimpin oleh Komjen Budi Waseso saat menjabat sebagai Kabareskrim Polri.

"Pada siang ini kita lakukan press rilis dalam rangka menjelaskan operasi nila, operasi khusus yang diigelar secara terpusat dari Mabes Polri dan dipimpin langsung oleh bapak Komjen Budi Waseso yang saat itu menjabat sebagai Kabareskrim dan sekarang menjabat Kepala BNN," tuturnya.

Di akhir penjelasannya, Tito kemudian memberikan kesempatan kepada Buwas untuk memberikan penjelasan terkait narkoba.

"Ini wujud nyata kita kerjasama, BNN juga akan terus bekerjasama dengan aparat kepolisian dan aparat penegak hukum lainnya. Yang pasti ini akan terus kita tindak lanjuti sampai tuntas, sampai ke akar-akarnya," kata Buwas.

"Makanya tim dari kita, tim kita masih bekerja sampai hari ini, mengikuti dalam rangka pengungkapan jaringan narkoba ini," tambah Buwas. (mei/mok)


Berita Terkait