Suriah Tolak Bertanggung Jawab Atas Pemboman di Israel
Senin, 28 Feb 2005 06:21 WIB
Jakarta - Israel telah menuduh Suriah bertanggung jawab atas peristiwa pemboman di sebuah klub malam yang menewaskan 4 warga Israel. Tapi Suriah menolak sangkut paut apa pun atas peristiwa tersebut.Menteri Pertahanan Israel Shaul Mofaz mengatakan Suriah memiliki andil dalam pemboman yang dilancarkan oleh Pasukan Jihad Islam, sebuah gerakan militan Palestina yang memiliki hubungan erat dengan Damaskus."Suriah terus memberikan amnesti kepada kelompok-kelompok teroris dan mendukung mereka untuk terus melakukan serangan," ujar Shaul, seperti dilansir dari Reuters, Senin (28/2/2005) pagi.Meski demikian, Mofaz mengaku, pihaknya tidak akan melakukan ancaman militer terhadap Suriah. Namun Israel akan menunda sejumlah rencana pembukaan jalan masuk ke kota-kota di Tepi Barat hingga pihak keamanan Palestina menahan semua kelompok Jihad Islam dan gerakan militan lainnya.Seorang pejabat kementerian luar negeri Suriah membantah tuduhan tersebut. "Suriah tidak memiliki hubungan dengan peristiwa ini dan markas (Damascus) kelompok (Jihad Islam) tersebut telah ditutup pemerintah," tegas pejabat tersebut.Sementara itu, beberapa pejabat Israel mengatakan akan menahan semua tindakan militer terhadap gerakan militan. Sedangkan pejabat lainnya mengancam mereka akan terus memburu para pemimpin Pasukan Jihad Islam, karena perjanjian damai tidak lagi berlaku.Tindakan semacam itu, yang baru-baru ini disetujui oleh pemerintah Israel, dapat berarti berakhirnya perjanjian gencatan senjata.
(fab/)











































