"Harusnya langsung, jangan pakai teknologi. Kan ada unsur menghayati perjalanan rasul, ibadah rasul. Menghayati perjalanan Siti Hajar, ada unsur capek. Jangan hanya nikmatnya saja," terang Didin, Rabu (9/9/2015).
Menurut Didin, bisa saja alat Segway itu digunakan tetapi dalam kondisi tertentu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebuah video yang menunjukkan kegiatan thawaf di Masjidil Haram menuai banyak komentar. Bukan tanpa alasan, karena di video yang diposting di Facebook oleh Yahya Adel Ibrahim itu ada seseorang thawaf dengan menggunakan hands free segway.
Penelusuran detikcom, Selasa (9/1/2015), pukul 12.43 waktu Arab Saudi (WAS),Β pada 21 jam lalu Yahya menulis telah menerima video tersebut dari kawannya di Makkah. Dan Yahya yang di bio-nya tertulis sebagai guru itu mengaku sudah mendapat lebih dari 1.000 komentar.
Video tersebut berdurasi 28 detik itu menunjukkan seorang sedang umroh di lantai teratas tempat thawaf. Jemaah laki-laki itu dengan santainya meluncur di lantai marmer dengan segway sementara jemaah lainnya berjalan kaki atau menggunakan kursi roda.
Tepat di lampu hijau yang menjadi tanda tempat hajar aswad berada dia lalu berhenti. Setelah melambaikan tangan dan memberikan kecupan dari jauh, pria itu terus kembali meneruskan thawafnya.
Entah bagaimana pria itu membawa masuk segway yang mirip skateboard itu. Tapi biasanya para asykar penjaga Masjidil Haram akan melarang orang masuk ke area Kakbah bila membawa barang-barang mencurigakan. (dra/dra)










































