DetikNews
Rabu 09 September 2015, 10:43 WIB

Alumni IPDN: Ada di Antara Kami yang Idealis, Ada juga yang Mental Priyayi

Yudhistira Amran Saleh - detikNews
Alumni IPDN: Ada di Antara Kami yang Idealis, Ada juga yang Mental Priyayi Herman Suryatman (Foto: Dok. pribadi)
Jakarta - Kepala Humas Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) yang juga lulusan IPDN tahun 1992 Herman Suryatman percaya diri menyebut lulusan IPDN masih banyak yang idealis. Apa iya?

"Dengan segala kerendahan hati dan keterbatasan, saya bisa pastikan bahwa banyak di antara kami yang punya idealisme untuk bekerja dan memberikan pelayanan publik terbaik kepada masyarakat di daerah terdepan, terluar dan terdalam di bumi khatulistiwa ini," ujar Herman, dalam keterangan tertulis, Rabu (9/9/2015).

Herman tidak menutup mata adanya lulusan IPDN yang bermental priyayi sehingga perlu dibenahi. Dia mengajak berbagai kalangan mendiskusikan pandangan Ahok tentang pembubaran IPDN ini.

"Walaupun kami juga tidak menutup mata, ada di antaranya yang bermental priyayi dan perlu dibenahi," kata dia.

"Kami siap untuk sharing dengan para sahabat semua," imbuhnya.

Kritikan Ahok ini, lanjutnya, sangat menarik diperbincangkan. Mudah-mudahan dapat menjadi pemicu alumni IPDN untuk terus berprestasi.

Menurutnya, di era demokrasi semua orang bebas berpendapat dalam koridor yang tertib karena Indonesia merupakan negara hukum, bukan negara kekuasaan.

"Hemat kami, bangsa ini tidak akan pernah ada perbaikan dan kemajuan signifikan apabila pola komunikasi warga bangsa didasarkan pandangan parsial dan emosional," tuturnya.

Tahun ini Indonesia memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Apakah kita akan memanfaatkan era tersebut dengan menjadi pelaku utama atau menjadi pecundang, semuanya berbalik lagi pada semangat gotong-royong.

Bangsa besar harus dibangun dengan semangat gotong royong dalam bingkai saling menghormati. Bukan oleh spirit untuk saling menegasikan, apalagi melukai.

"Di antara kita tidak ada "Superman", orang hebat yang bisa sendirian mengelola republik. Yang ada adalah "Pak Suparman" petani tomat di Garut yang membutuhkan perlindungan negara karena harga tomat terus melorot, atau "Bang Sulaiman" pedagang asongan yang harus pindah tempat tinggal karena penataan Kampung Pulo dan lain-lain," kata Herman.

Sebelumnya, Ahok mengusulkan pada Presiden Jokowi untuk membubarkan IPDN karena tes masuk di sekolah pamong praja ini tak beres.


(nwy/ndr)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed