Surya Darma Ali: Kebangetan DPP Tak Terima Hasil Silatnas

Surya Darma Ali: Kebangetan DPP Tak Terima Hasil Silatnas

- detikNews
Minggu, 27 Feb 2005 12:23 WIB
Jakarta - Ketua DPP PPP Surya Darma Ali berpendapat keterlaluan jika DPP PPP tidak mau menerima hasil Silaturahmi Nasional (Silatnas) PPP yang meminta agar muktamar dipercepat. "Ya kalau DPP tak terima ya kebangetan (keterlaluan)," kata Surya Darma dalam jumpa pers hasil Silatnas PPP di Hotel Sahid, Jl. Thamrin, Jakarta, Minggu (27/2/2005). Surya Darma ditunjuk forum Silatnas agar menyerahkan hasil pertemuan itu kepada DPP PPP. Dia berjanji akan melakukan upaya sekuat tenaga agar terjadi persamaan persepsi antara DPP dan hasil silatnas. Silatnas PPP yang digelar 25-26 Februari di Hotel Sahid mengimbau DPP agar mempercepat pelaksanaan muktamar yang dijadwalkan 2007 menjadi 2005. Silatnas juga meminta Hamzah Haz selaku Ketua Umum PPP agar mempelopori pembaharuan PPP. Isu silatnas akan meminta digelar MLB tak terwujud.Surya Darma mengatakan, paling lambat dalam satu minggu ini akan menyampaikan hasil silatnas tersebut ke DPP. Ia membutuhkan waktu sekitar satu minggu karena masih harus meminta waktu untuk bertemu Hamzah. Dia yakin Silatnas itu tidak akan menyebabkan perpecahan di tubuh PPP. Pasalnya hasil Silatnas sifatnya hanya imbauan bukan keputusan resmi. Selain itu Silatnas juga tetap menempatkan Hamzah sebagai pimpinan dengan memintanya mempelopori pembaharuan PPP. "Masa imbauan yang begini bagus tak diterima? Ini kan otokritik," katanya.Bila menolak hasil Silatnas, menurut Surya Darma, itu merupakan hak Hamzah Haz. Silatnas tidak akan mengeluarkan ancaman apa-apa. Surya sendiri berpendapat Hamzah setuju digelar Silatnas namun dengan syarat forum itu tidak meminta digelar Muktamar Luar Biasa (MLB). Ditegaskan, Hamzah sebenarnya tidak anti pembaharuan. Hamzah tidak menghadiri Silatnas, lanjut Surya, karena masalah struktural. DPP telah mengeluarkan keputusan yang melarang pengurusnya menghadiri Silatnas. Menurt Surya keputusan DPP itu hanya salah paham saja. (iy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads