Hujan ringan ini turun, Rabu (9/9/2015) sekitar pukul 05.00 WIB. Rintik-rintik hujan masih membahasi perut bumi Pekanbaru hingga pukul 08.00 WIB. Sekalipun tidak deras, paling tidak guyuran hujan ini mengurangi kabut asap sebagaimana sebelumnya.
Suasana Pekanbaru kini jauh berkurang dari kabut asap. Sekalipun masih tetap diselimuti asap tipis, paling tidak pagi ini warga dapat menghirup udara yang lebih segar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdulilah sudah turun hujan. Semoga saja asap bisa hilang, kebakaran lahan bisa teratasi," ungkap Ny Elis (38) warga Pekanbaru kepada detikcom.
Sekalipun asap jauh berkurang, namun dunia pendidikan sampai hari ini masih lumpuh. Ini karena sebelumnya asap tebal mengepung Pekanbaru. Walhasil seluruh sekolah dari berbagai tingkatan diliburkan. Papan pengumuman libur yang terpajang di sejumlah sekolah sampai pada Kamis (10/9/2015).
"Melihat asap sudah menipis, tadi pagi ngantar anak ke sekolah. Tapi kondisi sekolah masih diliburkan," cerita Hendra warga lainnya.
Kendati turun hujan, bukan berarti ini aman. Ancaman asap masih tetap terbuka. Ini karena data BMKG hari ini masih menunjukan terdapat 283 titik panas menyebar di Sumatera.
Titik panas hari ini paling banyak di Sumsel 123, disusul Jambi 86, Riau 23, Babel 30, Lampung 9, dan Bengkulu 1. "Dari jumlah itu dapat dipasikan 70 persen di antara titik panas adalah titik api," kata Kepala BMKG Pekanbaru, Sugarin.
"Secara umum cuaca wilayah Provinsi Riau cerah berawan disertai kabut asap. Peluang hujan dengan intensitas ringan tidak merata pada siang atau sore hari ini masih berpeluan terjadi di Wilayah Riau bagian Utara, Tengah dan pesisir timur," tutup Sugarin. (cha/dra)










































