Inilah sepenggal kisah bocah yang terserang asap pekat. Zafirah Tanjung sempat dua kali masuk rumah sakit dua pekan lalu. Awalnya Zafirah sempat di rawat lima hari karena demam serta iritasi kulit.
Diagnosa dokter, menyebutkan ada virus di dalam tubuhnya sehingga terjadi demam tinggi. Pun begitu dokter menyimpulkan kondisi tubuh bocah itu lemah tak terlepas dari kabut asap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zainul dan istri pun sempat panik. Karena mendadak putrinya demam tinggi seperti kondisi pertama kali. Lagi-lagi Zarifah harus menjadi perawatan lagi di rumah sakit.
Hasill diagnosa untuk kedua kalinya, tetap saja seperti hasil semula. Bocah itu dianggap tubuhnya lemah terserang asap. Begitu boleh di bawa pulang ke rumah, akhirnya bocah harus diungsikan ke Medan untuk sementara waktu.
![]() |
Seminggu berada di Medan, kondisi Zafirah saat ini sudah membaik. Sekalipun kota Medan juga tak luput dari asap kiriman, namun situasinya tidak separah di Pekanbaru.
"Alhamdulillah, anak saya di Medan sana sudah tidak demam lagi, dan kondisinya jauh lebih baik dari sebelumnya," tutur Zainul.
Pun begitu, setelah mengantarkan anak istrinya, Zainul belum berniat untuk menjemputnya. Dia merasa masih trauma karena kabut asap.
"Biar dululah di Medan sampai asap benar-benar hilang di Riau ini. Nanti kalau kondisi udara sudah pulih, barulah saya jemput lagi," tutup Zainul. (cha/try)











































