PN Jakpus Terbelah Saat Vonis Zulfahmi, Perekrut Saksi Palsu di MK

Rivki - detikNews
Selasa, 08 Sep 2015 17:45 WIB
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Vonis Zulfahmi Arsad dihukum 7 bulan penjara karena merekrut saksi palsu kasus pilkada Kotawaringin Barat di Mahkamah Konstitusi (MK). Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) terbelah saat memvonis Zulfahmi.

Sengketa Kotawaringin Barat di MK digawangi oleh Bambang Widjojanto.

Perbedaan pendapat ini dilakukan oleh hakim Anas Mustaqiem selaku anggota majelis sidang yang menyatakan Zulfahmi seharusnya dibebaskan.
"Syarat penuntutan tidak dapat terpenuhi sehingga dakwaan 1,2 dan 3 tidak dapat dipenuhi," ujar hakim Anas di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Jl Gadjah Mada, Selasa (8/9/2015).

Hakim Anas menilai unsur pidana yang dilakukan Zulfahmi tidak ada. Alasannya, karena dakwaan itu tidak disertakan keterangan Mahkamah Konstitusi (MK).

"Maka dakwaan ke 4,5 dan 6 tidak dapat terpenuhi sehingga seharusnya terdakwa dinyatakan bebas," ujar Anas.

Anas juga menganggap tuntutan jaksa tidak dapat diterima karena unsur pidana Zulfahmi tidak terpenuhi.

"Menyatakan tuntutan jaksa tidak dapat diterima, menyatakan terdakwa tidak bersalah dan membebaskan terdakwa," ujarnya.

Zulfahmi sebelumnya divonis 7 bulan penjara oleh ketua majelis hakim Sinung Hermawan. Zulfahmi dinyatakan terbukti merekrut saksi palsu untuk sengketa pilkada Kotawaringin Barat di Mahkamah Konstitusi (MK). (rvk/asp)