Ini 5 Usulan Parlemen Indonesia di Sidang Pleno AIPA

Ini 5 Usulan Parlemen Indonesia di Sidang Pleno AIPA

Idham Kholid - detikNews
Selasa, 08 Sep 2015 16:19 WIB
Ini 5 Usulan Parlemen Indonesia di Sidang Pleno AIPA
Foto: Idham Khalid
Kuala Lumpur - Rangkaian acara Asean Inter-Parliemantary Assembly (AIPA) yang dihelat di Kuala Lumpur, Malaysia telah memasuki sidang pleno satu. Delegasi parlemen Indonesia sendiri mengajukan lima poin utama dalam pleno tersebut. Apa saja?

Pleno satu itu digelar di Hotel Shangri-La, Jalan Sultan Ismail, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (8/9/2015). Selain 10 negara anggota AIPA, sejumlah negara yang menjadi peninjau juga turut hadir dalam acara itu. Seperti Australia, Belarus, China, Europan Parliement, India, Jepang, Selandia Baru, Federasi Rusia dan Timur Leste. Setiap Ketua Delegasi anggota AIPA dan Ketua Delegasi negara peninjau menyampaikan statemennya.

"Kami sudah memasuki plenary session yang pertama, tujuan daripada masyarakat ekonomi Asean itu apa sih, tujuannya adalah agar kawasan Asean yang terintegrasi dan inklusive. Artinya, tujuan akhirnya untuk kesejahteraan masyarakat Asean. Jadi hari ini kita menyatakan 5 poin usulan kita," kata Ketua Delegasi Parlemen Indonesia Wiryanti saat ditanya apa yang disampaikan dalam pleno.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Usulan yang pertama, kata Wiryanti, yaitu terkait bagaimana mempercepat tercapainya masyarakat Asean. Artinya, bagaimana kunci percepatan untuk tercapainya kesejahteraan masyarakat Asean.

Kedua, Wiryanti mengatakan, Indonesia menekankan bagaimana mengurangi kesenjangan ekonomi di antara negara-negara Asean. Sementara yang ketiga, berusaha supaya sumber daya domestik ditingkatkan untuk mengurangi impor.

"Keempat, bagaimana meningkatkan UKM. Seperti diketahui, penduduk Asean ini 600 juta lebih, mereka sangat tergantung pada UKM. Oleh karena itu, UKM harus ditingkatkan karena tidak hanya bisa menciptakan lapangan pekerjaan tapi juga meningkatkan perekonomian rakyat daripada seluruh Asean," ucapnya.

Usulan kelima, lanjut Wiryanti, delegasi Indonesia menyoroti akan berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akhir tahun 2015 nanti. Pemberlakukan MEA  ditandai dengan perdagangan bebas, investasi bebas juga termasuk perpindahan bebas arus manusia.

Artinya, Wiryanti menambahkan, warga Indonesia akan boleh bekerja di negara Asean dan negara Asean juga boleh bekerja di Indonesia. Karena itu, Indonesia mengusulkan agar terjadinya MEA tidak merugikan negara lain. Sebaliknya justru harus menyejahterakan negara lain.

"Dan yang harus diperhatikan adalah pertahanan dan keamanan masing-masing negara. Misalnya supaya tidak terjadi perpindahan arus persenjataan, Human trafficking, terorisme, ilegal fishing, ilegal logging dan juga agar tidak terjadi kejahatan-kejahatan yang itu terjadinya karena perpindahan atau pengiriman hewan langka," paparnya.

"MEA ini betul-betul harus untuk kesejahteraan warga masing-masing negara. Supaya tidak sebaliknya," pungkas Anggota Komisi X Fraksi PDIP itu.

Dalam acara AIPA ini, Parlemen Indonesia mengirim 8 delegasi. Wiryanti Sukamdani dari Komisi X Fraksi PDIP sebagai Ketua Delegasi, dan 7 anggota delegasi lainnya yaitu Indro Hananto Komisi VII Fraksi Parta Golkar, Sumail Abdullah Komisi XI Fraksi Partai Gerindra, Melani Leimena Suharli Komisi VI Fraksi Partai Demokrat, Muhammad Syafruddin Komisi I Fraksi PAN, Nihayul Wafiroh Komisi IX Fraksi PKB, Mahfudz Abdurrahman Komisi V Fraksi PKS, dan Hamdani Komisi IV Fraksi Partai Nasdem.

(erd/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads