"Jadi selama ini, ketika kami masuk di Setneg, kita lakukan perampingan luar biasa pada tim advance dan rombongan delegasi juga sangat terbatas," jawab Mensesneg Pratikno di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2015).
Tim advance atau tim pendahulu biasanya berangkat lebih awal sebelum rombongan Presiden atau Wakil Presiden RI. Mereka mempersiapkan hal-hal yang berkaitan dengan agenda dan berkoordinasi dengan pihak negara yang dikunjungi.
"Tim advance ke luar negeri kita potong hampir separuh dibandingkan tradisi yang ada selama ini," ungkap Pratikno.
Mengenai menteri yang mendampingi, Pratikno menyebut akan disesuaikan dengan agenda yang akan dilakukan. Bila berkaitan dengan kerja sama ekonomi, maka menteri-menteri terkait yang akan mendampingi.
Soal ada atau tidaknya anggota keluarga yang ikut, menurut Pratikno akan dikembalikan sesuai peraturan yang berlaku. Apabila peraturan memperbolehkan Presiden mengikutsertakan Ibu Negara, maka menurut Mensesneg tak ada pelanggaran. (bpn/mok)











































