"Saya telah mengkaji, 70% itu dibakar. Jangan ada dusta di antara kita," kata SBY dalam pidato perkuliahan Presedential Lecture di Lemhannas, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2015).
Ia yakin, oknum-oknum yang melakukan pembakaran hutan adalah para pengusaha. Sebagian warga juga ada yang terprofokasi melakukan tindakan yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, lanjut SBY, 30% sisanya merupakan faktor alam. Suhu terlalu ekstrem pada saat musim kemarau sehingga menyebabkan hutan terbakar.
SBY juga menceritakan pengalamannya menanggulangi bencana kabut asap saat menjabat sebagai presiden. Di mana pada tahun 2007 ia mengumpulkan para personel TNI/Polri di Palembang untuk memadamkan api.
"Kemudian sampai tahun 2011 tren kebakaran hutan menurun. Lalu tahun 2013 mulai timbul lagi," ungkapnya.
Kala itu SBY kembali mengumpulkan sekitar 3.500 personel TNI-Polri untuk memadamkan api. Ia juga membuat hujan buatan untuk sebagai upaya pemadaman dari udara.
Anda punya pengalaman atau cerita mengenai dampak bencana asap akibat kebakaran hutan? Jangan disimpan sendiri. Bagikan cerita Anda ke pembaca detikcom yang lain melalui redaksi@detik.com. Sertakan juga foto ataupun video yang anda miliki. (khf/hri)











































